Abdul Hakim : Kualitas SDM Anak Bangsa Harus Terus Ditingkatkan

356
Calon Anggota DPD RI, KH. Ir. Abdul Hakim, M.M(kanan), bersama penulis buku Pena Sang Guru, Dr. Fahmi, saat launching buku tersebut, yang berlangsung di Penamart Resto, Bandarlampung, Jumat (29/3/2019).

BANDARLAMPUNG — Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anak bangsa masih harus ditingkatkan, kita masih jauh tertinggal, padahal Allah SWT tidak pernah mendiskriminasi, manusia adalah sebaik-baiknya penciptaan.

Hal itu disampaikan oleh Calon Anggota DPD-RI, KH. Ir. Abdul Hakim, M.M, saat hadir dalam launching buku yang berjudul “Pena Sang Guru”, yang berlangsung di Penamart Resto, Jalan Soekarno Hatta Bandarlampung, Jumat (29/3).

Dalam kesempatan itu, Abdul Hakim mengatakan, peningkatan kualitas SDM itu tantangan bagi kita untuk terus berusaha mendapatkan hak-hak anak bangsa, khususnya dibidang pendidikan.

“Insya Allah kita membangun sinergi mengawal anak bangsa, siapapun yang mendapat kepercayaan dari rakyat mempunyai tanggung jawab mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Abdul Hakim mengajak media untuk bermitra dan bersama-sama mengawal proses-proses menuju cita-cita yang diharapkan, dengan kualitas SDM yang terus ditingkatkan.

Buku yang berjudul Pena Sang Guru merupakan kisah perjalanan karirnya, yang diawali sebagai guru ngaji, guru SMA, di Universitas, di Lembaga-lembaga, dan di masyarakat.

“Saya ingin terus mendedikasikan hidup saya untuk bersama-sama terus mencerdaskan kehidupan bangsa” pungkasnya.

Sementara itu, Penulis buku Pena Sang Guru, Dr. Fahmi, dalam kesempatan itu juga mengatakan, buku ini terinspirasi dari kisah, konon saat kota Hiroshima Nagasaki di bom Atom oleh sekutu lalu yang ditanya pemerintah Jepang ialah sisa berapa guru, masih brapa sekolah.

Jika indeks pembangunan Manusia di Lampung 0,68, sedangkan secara nasional 0,69, itu berarti masih perlu ditingkatkan, dan ini menjadi perhatian seorang Abdul hakim.

Di lembaga pendidikan Darul Hikmah dan semua sekolah yang ia bidangi, merupakan upayanya meningkatkan kualitas SDM, dan Lampung khsususnya akan menjadi pusat perhatiannya jika nanti sebagai anggota DPD-RI.

“Buku ini untuk mengingatkan beliau bahwa apapun yang terjadi nanti, solusinya ialah meningkatkan kecerdasan masyarakat Lampung”

Dengan segudang pengalaman beliau (Abdul Hakim) Maka itu, sekolah guru, seluruh infrastruktur untuk meningkatkan kecerdasan manusia harus ditingkatkan. Harapannya pena beliau ini betul-betul menggores untuk Lampung.

Sang guru hari ini mencoba menawarkan diri, menantang, ingin menggoreskan penanya, memberikan dampak keberadaannya.

Membangun sisi kemanusiaannya, pendekatan keluarga, pemberdayaan wanita, ekonomi keluarga, dan tentu saja sekolah formal juga menjadi pusat kontrol beliau.

10 tahun kedepan Indonesia akan menghadapi bonus demografi, yang hanya terjadi 700 tahun yang ketiga, maka manusia harus menjadi pusat perhatian pembangunan, dan itu harus mulai disiapkan, mulai dari lapangan kerja hingga kualitas SDMnya.

Anak muda harus mampu menciptakan lapangan kerja, pembangunan ini harus mendorong enterpreneurship, leadership yang dimulai dari keluarga.

Serangan produk luar negeri sangat luar biasa, karena itu pendidikan harus terus ditingkatkan.

Pena beliau harus menggores dengan keras, agar Lampung lebih maju, dan juga untuk kepentingan umat berbangsa dan bernegara. (ss).

Komentar