Dengan Protokol Kesehatan 3 M ketat, TPID Lampung Gelar Operasi Pasar

# Dilihat: 65 pengunjung
  • Bagikan

BANDARLAMPUNG — Dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ketat, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Operasi Pasar (OP) di 10 lokasi mulai minggu ke-2 Januari 2021 hingga Minggu ke-2 Maret 2021.

Kegiatan digelar guna mengantisipasi kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan strategis, Pemerintah Provinsi Lampung.

Secara resmi pembukaan kegiatan Operasi Pasar dibuka oleh Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto yang juga Ketua TPID, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan, yang juga Wakil Ketua TPID Provinsi Lampung, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, di PKOR Way Halim, Minggu, 17 Januari 2021, mulai pukul 08.00 WIB.

Dalam kesempatan itu, Sekda Prov Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan, kegiatan hari ini adalah yang pertama kita menggelar, dengan tujuan untuk menstabilisasi harga kebutuhan pokok.

Dalam operasi pasar ini tersedia barang-barang kebutuhan pokok masyarakat diantaranya ada beras, cabe, bawang dan lainnya, yang tentu harganya dibawah harga pasar.

“Saat ini cuaca sangat fluktuatif sehingga harga kebutuhan pokok sering meningkat di masa-masa tertentu, dan ini adalah upaya kita untuk menstabilkan harga untuk mengendalikan inflasi. kegiatan ini juga mendapat dukungan dari dunia usaha UMKM sehingga bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan harga kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dari pasar, dan banyak dirasakan manfaatnya ke masyarakat terutama bagi yang kurang mampu” ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan, yang juga Wakil Ketua TPID Provinsi Lampung, mengatakan, Operasi Pasar (OP) kali ini bertema ‚ÄúStabilisasi Harga Kebutuhan Bahan Pokok dan Eksistensi UMKM Lampung”, diselenggarakan mulai minggu ke-2 Januari 2021 sampai dengan Minggu ke-2 Maret 2021 di 10 lokasi, yakni :

1. Bandar Lampung, PKOR Way Halim (17/1/2021).

2. Teluk Betung Utara (2/2/2021).

3. Panjang (25/1/2021).

4. Kemiling (21/1/2021).

5. Sukabumi (28/1/2021).

6. Pesawaran Gedong Tataan (15/2/2021),

7. Pesawaran, Hanura (18/2/2021),

8. Lampung Selatan, Natar (11/2/2021),

9. Lampung Selatan, Jatimulyo (8/2/2021).

10. Metro, Metro Barat, Desa Ganjar Agung (23/2/2021).

Di Bandarlampung ada 5 lokasi dan sisanya di kabupaten. Untuk kegiatan hari ini barang sudah tersedia dan masyarakat boleh membeli tetapi tidak boleh diborong, maksimal 2 kilo.

Kegiatan ini dalam rangka pengendalian harga pada inflasi sehingga tidak terjadi gejolak harga di masyarakat.

Dalam Operasi Pasar kali ini juga masyarakat bisa menggunakan pembayaran nontunai QRIS di beberapa stand penjualan, dan nantinya kita akan terus didorong agar lebih banyak stand yang melayani transaksi non tunai.

Dengan non tunai dengan menggunakan keris dimana masyarakat tidak perlu menggunakan uang tunai dalam bertransaksi ini menjadi lebih aman terutama di pandemi covid-19.

Perlu diketahui, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Dalam kegiatan Operasi Pasar yang berjalan di lokasi kegiatan gelar stabilisasi harga di PKOR hari ini, tetap menerapkan protokol kesehatan :

1. Di area luar tenda lokasi telah disiapkan line antrian berjarak dan juga tempat duduk bagi masyarakat calon pembeli. Pemeriksaan thermogun, tempat mencuci tangan, dan hand sanitizer telah disiapkan oleh panitia.

2. Pembeli yang diperbolehkan masuk ke area kegiatan adalah per 5 orang dan wajib dilakukan pengecekan suhu, mencuci tangan dan/atau memakai hand sanitizer. Selanjutnya akan terus bergilir antrian pembeli per 5 orang (5 masuk, 5 keluar). Adapun pintu masuk dan pintu keluar sudah disiapkan secara khusus (tidak satu pintu).

3. Dalam hal menyikapi pembeli yang belum menggunakan masker maka sudah disiapkan masker oleh panitia.

4. Bagi pembeli akan disiapkan kantong plastik masing-masing per pembeli untuk bertransaksi dengan alur yang sudah disiapkan sehingga tidak boleh berbalik arah lagi saat berbelanja.

5. Untuk tetap menjaga protokol kesehatan maka masing2 booth penjual hanya dijaga oleh maksimal 2 orang. Telah disediakan pula tali batas antara pembeli dengan penjual untuk menjaga protokol kesehatan dimana semua transaksi dilakukan melalui kantong plastik yg sudah disiapkan untuk menghindari kontak fisik.

6. Pada beberapa booth telah dipersiapkan pembayaran secara non tunai menggunakan QRIS.

7. Seluruh peserta kegiatan diminta untuk tetap menjaga berjalannya protokol kesehatan 3M dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.(ih)

  • Bagikan