Dies Natalis ke-6 ITERA Resmikan Laboratorium PLTS Terbesar di Indonesia dan Smart BRT Kampus

195

LAMPUNG SELATAN — Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memperingati Dies Natalis ke-6 dengan menggaungkan semangat kepeloporan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk Sumatera dan nasional.

Dalam sidang terbuka Dies Natalis ke-6 ITERA yang diadakan, Selasa (6/10/2020) secara dalam jaringan, Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z. Tamin, M.Sc., Ph.D meresmikan Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1 MWp yang menjadi laboratorium PLTS terbesar di Indonesia.
IMG-20201006-WA0125
Selain itu juga dilakukan soft launching PLTS 1 MWp ITERA yang dibangun di atas lahan seluas 1 hektar di Kampus ITERA, serta peresmian pengoperasionalan 10 Smart Bus Rapid Transit (BRT) ITERA bantuan Kementerian Perhubungan RI yang menjadi pilot project bus kampus nasional.

Sidang Dies Natalis ke-6 ITERA juga diisi orasi ilmiah oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ir. AA Lanyalla Mahmud Mattalitti yang bertema Ilmu Pengetahuan dan Teknoklogi (IPTEK) Sebagai Pendorong Pembangunan Ekonomi Indonesia.

Dalam pidatonya Rektor ITERA Prof. Ir. Ofyar Z. Tamin, m.Sc., Ph.D. menyampaikan, pendirian ITERA tidak lepas dari kebutuhan tenaga engineer berkualitas di Indonesia yang selama ini hanya dihasilkan oleh institut teknologi yang ada di Pulau Jawa yaitu ITB dan ITS.

Untuk itu ITERA dengan dibina langsung oleh ITB berusaha untuk dapat menghasilkan SDM mumpuni di bidang sains dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan Sumatera.

Untuk mendukung hal tersebut, ITERA saat ini telah memiliki 14 pusat riset dan inovasi di bidang IPTEK, mulai dari Pusat Riset dan Inovasi Perkeretaapian, Pusat Riset dan Inovasi Mitigasi Bencana dan Deteksi Dini Kebakaran Hutan, Pusat Riset dan Inovasi Big Data, hingga Pusat Riset dan Inovasi Kecerdasan Buatan.

Selain membangun berbagai infrastruktur serta pusat riset dan inovasi tersebut, saat ini ITERA bekerjasama dengan PT Wijaya Karya Energi (Persero) Tbk, dan PT Surya Utama Nuansa (SUN) sedang membangun PLTS berkapasitas 1 (satu) Mega-watt peak (MWp) dibangun di atas lahan seluas 1 Hektar di Kampus ITERA. Dengan dibangunnya PLTS tersebut ITERA, secara bertahap, menjadi kampus pertama di Indonesia yang seluruh kebutuhan listriknya dipasok dari PLTS mandiri.

“PLTS ITERA juga menjadi Laboratorium PLTS terbesar yang tidak hanya akan dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen ITERA dalam melakukan riset energi terbarukan, tetapi juga terbuka untuk riset mahasiswa dan dosen perguruan tinggi lain di Indonesia, hingga para profesional,” ujar Rektor.

Selain itu, Rektor juga menyampaikan saat ini ITERA resmi mengoperasionalkan 10 Smart BRT ITERA bantuan Kemenhub RI.

Smart BRT ITERA menjadi moda transportasi publik yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika ITERA dan masyarakat luas.

Dalam pengembangannya Smart BRT ITERA juga akan memanfaatkan teknologi seperti memanfaatkan GPS System dan pembayaran secara digital.

Rektor menyampaikan, saat ini ITERA telah memiliki 12.579 mahasiswa aktif dan direncanakan akan meningkat menjadi 18.205 pada tahun 2022, dan menjadi 64.035 ribu mahasiswa pada tahun 2039.

Meski masih berusia sangat muda yaitu 6 (enam) tahun, ITERA memiliki semangat dan komitmen yang kuat pada pengembangan kepeloporan dalam bidang sains dan teknologi.

Hal itu kami buktikan dengan pendirian beberapa program studi baru yang pertama di Sumatera dan Indonesia, sebagai bentuk respon kebutuhan akan SDM ahli di bidang tersebut.

Prodi tersebut diantaranya Prodi Sains Data pertama di Sumatera, Prodi Teknik Perkeretaapian pertama di Indonesiam serta ITERA tengah mengajukan pendirian 6 Prodi Baru yang sifatnya kepeloporan di Indonesia yaitu S1 Teknik Instrumentasi dan Kontrol, S1 Teknik Penyediaan dan Tata Kelola Air, S1 Teknik Industri Kepariwisataan, S1 Teknik Produksi dan Industri Migas, S1 Teknologi Kosmetik, dan S1 Ilmu dan Teknologi Keolahragaan.

Pada sidang Dies Natalis ke-6 ITERA juga memberikan penghargaan kepada para tokoh baik lokal ataupun nasional, yang dinilai berkontribusi besar dalam percepatan pembangunan ITERA dan dalam bidang pencegahan penanganan Covid-19 di ITERA. Penghargaan tersebut terdiri dari :

ITERA Adi Karsa Utama kepada:
Ir. H. AA Lanyalla Mahmud Mattalitti Ketua DPD RI
Ir. Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan RI
Letnan Jenderal TNI Doni Monardo Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Penghargaan ITERA Adi Karsa Madya diberikan kepada:

Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., Kepala BMKG Indonesia
Gubernur Provinsi Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, Sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung
Drs. H. Herman HN, M.M., Wali Kota Bandar Lampung
Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si., Rektor IPB University
Prof. Dr. Karomani, M.Si., Rektor Universitas Lampung
Prof. Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, MBA., Rektor Universitas Bandar Lampung,

Penghargaan ITERA Adi Karsa Pratama diberikan kepada:

Plt. Bupati Lampung Selatan, Bapak H. Nanang Ermanto,
sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan

Rektor juga memberikan penghargaan kepada Dosen dan Tenaga Kependidikan ITERA yang dinilai berjasa dan berprestasi dalam mendukung percepatan pembangunan ITERA.

Penghargaan tersebut meliputi ITERA Cendikia Utama diberikan kepada:
Irfaniaanta Arif Setyawan, S.Farm., M.Sc., Apt., Dosen Program Studi Farmasi Jurusan Sains
Arkham Zahri Rakhman, S.Kom., M.Eng., Dosen Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro, Informatika dan Sistem Fisis
Hadi Teguh Yudistira, S.T., Ph.D., Dosen Program Studi Teknik Mesin, Jurusan Teknik Manufaktur dan Kebumian
Satriyo Panalaran, S.Kel., M.Eng, Dosen Program Studi Teknik Kelautan, Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayaan
Hesti Ayuningtyas Pangestuti, S.T.P., M.Sc., Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Jurusan Teknik Proses dan Hayati.

Dan penerima penghargaan ITERA Adi Nayaka diberikan kepada:

Bella Rizcikal Lencana Putri, S.Si., Tendik Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Terpadu Sanwari, Tendik Sub Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara
Agung Dian Putra, S.Pd., Tendik Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan

Di akhir Pidatonya Rektor ITERA menyampaikan 11 (Sebelas) Paket Kebijakan Afirmatif ITERA 2020 yaitu :
Perbaikan Komitmen Membangun dan Memajukan ITERA:

Akreditasi nasional dan akreditasi internasional, memulai aktivitas berorientasi kompetisi dan ranking nasional/ranking dunia, pemilihan mitra utama penyelenggaraan program studi, pemilihan mitra utama penyelenggaraan Pusat Riset dan Inovasi (Purino).

ITERA segera melakukan reorientasi solusi modern permasalahan pembangunan Sumatera, serta mempertajam relevansi penerapan karya sains teknologi dan hasil inovasi ITERA.

ITERA pada tahun 2020 dan 2021 akan memperluas dan mempertajam riset lebih kreatif yang menghasilkan inovasi bagi kebutuhan nyata dan solusi segera atas permasalahan masyarakat Sumatera atau disebut program Creative Research and Innovation for Sumatera.

Perluasan Etalase Keberhasilan ITERA dalam Sains dan Teknologi yag selama ini hanya di Provinsi Lampung, maka mulai tahun 2020 dicanangkan bahwa Etalase Keberhasilan Sains dan Teknologi diperluas menjadi di 10 Provinsi se Sumatera, bersifat terobosan (breakthrough) dan solusi pembangunan mendasar yang sangat dibutuhkan setiap provinsi.

KKN Tematik Basic Science 2020 bagi Guru dan Siswa SLTA se Sumatera berbasis daring; untuk memperluas Mutu Kempuan Basic Science guna meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi setiap provinsi.
ITERA memandu percepatan:

(a) Pembangunan sumber daya manusia (SDM); dan (b) Pembangunan ekonomi masyarakat; yang secara kolektif se Sumatera dapat meningkatkan daya saing daerah di Indonesia.

ITERA bersama jejaringnya memandu perencanaan dan percepatan pembangunan ekonomi, wisata dan Industri dengan menerapakan prinsip pembangunan berbasis Konektivitas Koridor Jalan TOL dan Kereta Api membentang dari Bangkauheni hingga Banda Aceh lebih kurang 2.700 kilometer.

Internasionalisasi ITERA
Perbaikan ke dalam ITERA: Jabatan Akademik, Layanan Kepakaran dan Kesejahteraan Kolektif Dosen-Tendik serta Modernisasi Manajemen ITERA Berorientasi Peningkatan Mutu dan Akuntabilitas.

Kelahiran ITERA ke -2 (dua) yaitu tanggal 8 Juni 2020, pertanda ITERA New Normal yaitu ITERA berada dalam Kehidupa Baru ITERA New Normal adalah ITERA menjalankan Adaptasi Kehidupan Baru. (*)

Komentar