Dinsos Lampung Laksanakan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Napza, Kadis ingatkan Patuhi Protokol Kesehatan

# Dilihat: 242 pengunjung
  • Bagikan

BANDARLAMPUNG — Dinas Sosial Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza), bertempat di Hotel Emersia Bandarlampung, Rabu (23/6/2021).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Drs Aswarodi M.Si, didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Ratna Fitriani, dan Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Korban Penyalagunaan NAPZA, Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Irianse Enha Yunita, S.Sos MM.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Drs Aswarodi M.Si menyampaikan pesan kepada para peserta, diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sebagaimana kita ketahui bahwa penyalahgunaan narkoba terjadi pada semua lapisan masyarakat, mulai dari orang dewasa, remaja sampai kepada anak-anak, mulai dari pelajar, mahasiswa sampai kepada pegawai bahkan juga ibu rumah tangga.

Dampak dari penyalahgunaan narkoba menimbulkan kerugian baik non material, yaitu terganggunya kemampuan korban penyalahgunaan narkoba dalam bersosialisasi dengan lingkungannya, berkomunikasi dengan keluarganya dan dalam melaksanakan tugas kehidupannya.

Adapun kerugian material meliputi, kerugian akibat belanja narkoba, kerugian akibat biaya pengobatan, kerugian akibat barang-barang yang dicuri, kerugian akibat biaya rehabilitasi dan biaya-biaya lainnya.

Melihat dampak dan kerugian yang ditimbulkan akibat penyalah-gunaan napza, maka Presdien RI menyatakan “Perang Terhadap Narkoba”.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung tahun 2020 jumlah penyalahgunaan narkoba di Provinsi Lampung sebanyak 31.811 orang, jumlah yang cukup besar.

Komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah diwujudkan mulai dari adanya regulasi :
Undang-undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika;
Undang-undang No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
Instruksi Presiden No.2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalah-gunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika;
Peraturan Daerah Provinsi Lampung No.1 Tahun 2019 Tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Psikotropikat Dan Zat Adiktif Lainnya.

Selain itu pada Janji Kerja Gubernur Lampung salah satunya berbunyi “MENUJU LAMPUNG BEBAS NARKOBA”.

Untuk melaksanakan semua upaya sebagaimana diatur dalam regulasi yang ada diperlukan langkah-langkah kongkrit yang dapat dilaksanakan.

Semua kegiatan tersebut harus dilaksanakan secara bersama-sama, bersinergi sesuai dengan tugas, tanggung-jawab dan kewenangannya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.23 tahun 2014.

Berpedoman dari regulasi yang ada, dilaksanakan berbagai program, meliputi program-program pencegahan dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan Napza.

Program rehabilitasi, khusus rehabilitasi sosial yang menjadi kewenangan Kementerian Sosial RI dilaksanakan melalui Balai Rehabilitasi milik Kementerian Sosial RI dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang memperoleh SK Menteri Sosial RI serta Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Napza.

Rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan napza dilaksanakan baik didalam atau diluar lembaga berdasarkan hasil assesmen yang dilakukan oleh Petugas.

Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Lampung jumlah LKS Napza dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) sebanyak 7 (tujuh) Lembaga. Di luar LKS tersebut, ada 1 Loka milik BNN Provinsi Lampung yang melaksanakan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan napza.

Dengan jumlah Korban Penyalahgunaan Napza sebanyak 31.811 orang dan jumlah lembaga rehabilitasi sebanyak 7 lembaga. Maka dapat dibayangkan, perlu waktu cukup panjanguntuk dapat melaksanakan rehabilitasi bagi semua korban penyalagunaan napza.

Oleh karenanya program pencegahan penyalahgunaan napza menjadi program penting yang harus dilaksanakan oleh semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, baik secara individu maupun kelompok serta organisasi/lembaga.

Jumlah penduduk di Provinsi Lampung saat ini sebanyak 9,01 juta jiwa (hasil SP 2020), saya ingin mengajak kita semua untuk memahami bahwa ada 9.01 juta orang yang harus kita lindungi agar tidak menjadi Korban Penyalahgunaan Napza.

Karena keberlanjutan keluarga kita, keberhasilan keluarga kita dan kemajuan Provinsinya kita, juga bergantung pada orang-orang yang termasuk kedalam 9,01 juta jiwa.

Mencermati kondisi diatas, maka kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini adalah bagian dari upaya kita memberikan per-lindungan terjadinya penyalaghunaan napza bagi 9,01 juta orang.

Pemerintah Provinsi Lampung khususnya Dinas Sosial memiliki banyak keterbatasan baik dari sisi anggaran, SDM serta waktu. Oleh karenanya kehadiran Bapak/Ibu sebagai peserta sosialisasi pada hari ini, memberikan harapan besar dan optimisme kepada kita semua, bahwa program pencegahan penyalahgunaan napza akan dapat dilaksanakan secara bersinergi, berkesinambungan dan dengan jangkauan yang lebih luas karena dilaksanakan bersama sama oleh Pemerintah dan masyarakat.

“Saya mendorong kepada semua peserta untuk membuat rencana aksi pencegahan penyalahgunaan napza yang akan dilaksanakan di wilayah masing-masing dan melaporkannya melalui Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Lampung”ujar Kadis.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Ratna Fitriani dalam laporannya di acara tersebut menyampaikan maksud dan tujuan digelarnya kegiatan adalah untuk menyebarluaskan informasi tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA, serta mempersiapkan peserta agar mampu melaksanakan penyuluhan pencegahan penyalahgunaan NAPZA

Peserta sosialisasi sebanyak 50 orang terdiri dari pekerja sosial fungsional, penyuluh sosial fungsional, lembaga kesejahteraan sosial, tokoh agama, tenaga Kesejahteraan Sosial, masyarakat, pekerja sosial masyarakat, dan pendamping sosial masyarakat.

Narasumber berasal dari Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.(*)

  • Bagikan