Jadi Tuan Rumah Penguatan Pengendalian Bansos, Sumarju Promosikan Lampung

BANDARLAMPUNG — Dalam sambutannya di pembukaan kegiatan “Penguatan Kapasitas Pendamping dan Pengendalian Bansos Pangan” tahun 2019, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni menyambut para tamu atau peserta kegiatan dari daerah lain dengan mempromosikan keunggulan Lampung.

“Selamat datang di Provinsi Lampung, Kami menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Kemensos dan mewakili tuan rumah saya menyampaikan selamat datang dan salam hangat dari Pak Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo,” ujarnya.

Mantan Kadis Kominfo Provinsi Lampung itu juga dalam sambutannya tidak lupa membanggakan daerah berjargon “bumi ruwa jurai” ini, terutama untuk potensi wisatanya, dan kearifan lokal lainnya.

Ia memperkenalkan destinasi wisata unggulan di Lampung yang telah menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Lampung kaya wisata, ada Way Kambas, yang menarik bukan gajah, tapi ibu badak yang selama 125 tahun baru berhasil melahirkan di Lampung, dan yang membidani 10 bidan dari 10 negara.

Lampung punya lokasi surfing, pantai dengan atraksi lumba-lumba. Ciri khas kain Lampung ialah Tapis, kulinernya banyak, ada bakso, seruit, dan pindang baung.

Untuk para peserta kegiatan ini sebelum pulang kedaerahnya masing-masing, diharapkan dapat mengunjungi wisata Lampung, mencicipi kulinernya, dan membawa oleh-oleh kain Tapis maupun souvernir lainnya yang bernuansa Lampung.

“Terimakasih kepada pak Dirjen Kementerian Sosial RI, yang memilih Lampung menjadi tuan rumah acara ini, semoga tiap tahun diadakan, sehingga dari daerah lain bisa juga tau soal Lampung” harapnya.

Sumarju pada kesempatan tersebut juga menyempatkan memperkenalkan destinasi wisata unggulan di Lampung yang telah menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Lampung telah memiliki bandara internasional yang juga kebetulan telah melakukan penerbangan perdananya ke Malaysia beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Pererat Silaturahmi, TDM Nobar Moto GP France Bareng Komunitas Honda

Tidak hanya itu saja, Sumarju juga memanfaatkan kesempatan tersebut memaparkan program-program dari Kemensos yang telah dikembangkan secara baik di Lampung.

Salah satu yang berbeda di Lampung adalah e-warongnya, dimana telah menggunakan aplikasi e-kasir dan e-barkode. Dan ini sudah menjadi percontohan di sejumlah provinsi di Indonesia. Sebagian juga telah menggunakan sistem penjulan konsinyasi.

Program-program yang digelontorkan oleh Kemensos terbukti mampu mengurangi angka kemiskinan dan sekaligus angka kejahatan di Lampung.

“Lampung yang terkenal dengan begalnya, perlahan tidak lagi, karena salah satunya program Kemensos yang digelontorkan seperi KUBE (Kelompok Usaha Bersama) sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.

Perlu diketahui, Kementerian Sosial RI menyelenggarakan kegiatan “Penguatan Kapasitas Pendampingan dan Pengendalian Program Bantuan Sosial Pangan 2019”, yang berlangsung di Novotel, mulai 15-18 Mei 2019.

Kegiatan mengusung tema pendampingan dan pengendalian menghasilkan penyaluran bantuan sosial pangan 6 T (Tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat harga, tepat berkualitas dan tepat administrasi.

Pembukaan acara secara resmi ditandai pemukulan gong oleh, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Andi ZA Dulung, Direktur Penanganan Fakis Miskin Wilayah I, Asnandar, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, perwakilan Polri, dan disaksikan oleh 210 peserta terdiri dari Kadissos Lampung dan Jawabar kabupaten/kota, 42 supervisor dari kabupaten/kota, korteks kabupaten/kota, 42 Koordinator TKSK kabupaten/kota, pimpinan cabang Himbara 42 kabupaten dan kota. (*)

Komentar