Kadis Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Lampung, Ajak Masyarakat Melakukan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal

91

LAMPUNG TENGAH – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung Ir. kusnardi melalui Kepala UPTD Pengawas Mutu dan Keamanan Pangan, Ir. Sukmawarni MM mengajak masyarakat melakukan gerakan diversifikasi pangan lokal, terutama untuk makanan-makanan berbahan dasar nonberas, seperti singkong, ketela, talas, garut, kentang hingga jagung.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya di acara Panen Bersama Virtual Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari dalam rangka Hari Tani 2020 serentak se-indonesia”, yang berlangsung di kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Dusun I Kampung Pujo Basuki, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, Kamis, (24/9/2020).

“Tujuan dari diversifikasi pangan yang utama antara lain mengatasi krisis pangan global dan ancaman kekeringan, penyediaan pangan alternatif sumber karbohidrat lokal non beras, menggerakan ekonomi masyarakat melalui UMKM, mewujudkan sumberdaya manusia yang sehat, aktif, dan prouktif melalui kecukupan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman,”.

Pada tempat yang sama, Ny. Achyati Kusnardi, mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung juga ikut mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan, untuk memenuhi gizi keluarga.

“Saya mengajak kepada masyarakat supaya mau menggunakan pekarangan-pekarangan, Kita bisa memanfaatkan pekarangan kita untuk memenuhi gizi keluarga kita. Dengan mengkonsumsi pangan sehat yang disebut dengan istilah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) menuju Lampung berjaya,” pungkasnya.

Sementara itu, ditemui di kantornya, Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Ida Rachmawati menjelaskan gerakan ini sekaligus mengajak masyarakat untuk mengubah pola konsumsi agar tidak tergantung pada satu komoditas saja.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk mengenal dan memahami manfaat pangan lokal yang sangat beragam dan sangat berpotensi dijadikan sumber karbohidrat non beras.

Pertanian khususnya diservisikasi pangan lokal juga bisa menjadi solusi, termasuk dalam menghadapi Covid-19.

“Marilah kita hidup sehat, aktif dan produktif dengan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang dan aman menuju rakyat Lampung Berjaya,” tutupnya.(ih).

Komentar