Kereta Api Sriwijaya “New Images” Dengan Body Stainless Steel Diresmikan

501

BANDARLAMPUNG — Untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan kepada pengguna jasa kereta api jurusan Tanjung Karang-Kertapati Palembang pada masa angkutan Lebaran 2019 atau Idhul Fitri 1440 H, PT KAI Divre IV Tanjung Karang mengganti rangkaian kereta Api Sriwijaya dengan menggunakan rangkaian kereta Stainless Stell (SS) tahun 2019 buatan PT INKA Madiun.

“KA Sriwijaya menggunakan rangkaian baru dengan ‘body’ yang terbuat dari stainless steel, merupakan inovasi baru dari PT. KAI dalam upaya meremajakan sekaligus mempercanggih kualitas kereta api di Indonesia,” kata EVP Divre IV Tanjung Karang, Sulthon Hasanudin, Minggu (26/5).

“Perubahan rangkaian tersebut juga sebagai komitmen PT KAI dalam meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi pelanggan setia KA Sriwijaya, khususnya pada masa angkutan Lebaran 2019,” lanjutnya.

Perubahan rangkaian kereta api berbahan stainless steel itu diberlakukan mulai tanggal 26 Mei 2019 atau 10 hari menjelang Idhul Fitri yang perjalanan perdananya dilakukan simbolis oleh Walikota Bandar Lampung, Herman HN.

Dalam keterangannya Sulthon menjelaskan bahwa Rangkaian KA Sriwijaya ‘new image’ tersebut terdiri dari dua kelas Eksekutif Stainless Steel (K1 2019) dan tujuh kelas Ekonomi Premium Stainless Steel (K3 2019), satu kereta makan Stainless Steel, dan satu kereta pembangkit dengan kapasitas 660 tempat duduk.

Secara keseluruhan karena dapat trainset baru maka secara kualitas lebih nyaman daripada rangkaian lama.
Secara eksterior dan interior hampir tidak ada perbedaan, yang berbeda hanya terdapat pada cat dan pola livery, cat pintu, toilet dan konfigurasi kursi kereta.

Fasilitas terbaru dari kereta stainless steel ini adalah di tiap kursi penumpang, terdapat footrest dan meja lipat dengan fasilitas tatakan piring, gelas, dan gantungan atau hanger, terdapat juga jack audio yang ditempatkan di masing-masing kursi kereta sehingga memungkinkan untuk setiap penumpang dapat mendengar dan menikmati acara yang sedang ditampilkan di TV di setiap kereta.

Selain itu setiap kereta terdapat TV sebanyak 4 buah, masing masing 2 televisi ukuran besar di tiap tiap ujung kereta dan 2 televisi ukuran sedang yang terletak di tengah kereta.

Ada perubahan design toilet dimana pada umumnya toilet pada KA diletakan di setiap ujung kereta, namun pada kereta Stainless Stell ini toilet diletakan hanya di satu ujung kereta saja.

Dengan pilihan 2 jenis toilet yakni toilet duduk dan jongkok yang dilengkapi dengan cermin, wastafel, shower, flushing button, kaca ventilasi, exhaust fan dan lampu.

Pintunya sendiri didesain seperti pintu lipat, jadi untuk membuka dan menutupnya dengan cara mendorong dan menarik bagian lipatan yang membagi 2 pintu tersebut.

Selain itu dilengkapi dua indikator toilet yang berfungsi sebagai informasi toilet sedang digunakan atau tidak (indikator berwarna merah artinya sedang digunakan dan indikator hijau menunjukkan sebaliknya).

Fasilitas lainnya adalah adanya CCTV di setiap kereta. CCTV ini memantau setiap aktivitas penumpang di dalam kereta. Selain itu interior AC di kereta stainless memungkinkan penyebarannya lebih merata.

Untuk fasilitas penerangan, dilengkapi dengan lampu utama berwarna putih ini terletak di atas lorong dengan konfigurasi 2 baris ke belakang, dilengkapi juga dengan “lampu baca” berwarna kuning yang terdapat di atas kursi dan untuk lampu “modus malam” terletak di samping bagasi dan atas jendela.

Yang menjadi nilai plus untuk kereta stainless ini adalah adanya mushola kecil yang terdapat di Kereta Makan (Restorasi). Mushola kecil ini memungkinkan untuk penumpang muslim melaksanakan shalat selama perjalanan dengan kereta api.

Masih menurut Sulthon penggantian dengan rangkaian baru Stainless Stell untuk KA Sriwijaya ini tidak ada perubahan harga tiket, juga tidak ada perubahan jadwal keberangkatan KA tersebut yakni dari Stasiun Tanjung Karang pada pukul 21.00 WIB.(*)

Komentar