Ketua Forum CSR Lampung Saptarini Apresiasi Perhatian Riana Sari Arinal kepada Difabel

# Dilihat: 31 pengunjung
  • Bagikan

BANDARLAMPUNG — Ketua Forum CSR Lampung yang juga merupakan Ketua Pusat Study CSR UBL, V. Saptarini, hadir dalam penyerahan bantuan dari Gubernur dan Bank Lampung untuk difabel yang diserahkan oleh Ketua LKKS Lampung Riana Sari Arinal, bertempat di Dapur Difabel, Senin (12/4/2/2021).

Ia mengapresiasi Bank Lampung yang telah memberikan bantuan untuk difabel dan terima kasih kepada ibu Gubernur atas perhatiannya terhadap hasil karya anak-anak istimewa yang ada di Dapur Dif_able, dengan memborong produk hasil kreasi dari anak-anak istimewa tersebut, salah satu bentuk perhatiannya ialah memesan 100 Bolu Mocaf buatan anak-anak difabel.

“ku suka kalimat Ibu Riana saat pesan bolu mocafnya. Tidak masalah bentuknya atau apa masakannya, yang penting siapa yang membuatnya dengan ketulusan semua bisa jadi nikmat. Ibu mengajak untuk memborong masakan anak-anak istimewa ini, dan beliau langsung tunjukkan pesan 100 cetak bolu gulung mocaf. Mocaf adalah pengganti tepung dari bahan singkong. Penggunaan mocaf akan membantu industri pengolah produk turunan singkong. Kalau singkong terserap, maka petani singkong juga akan terbantu” ujar Saptarini.

Perlu diketahui, sebelumnya diberitakan,
Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal memesan 100 cetak bolu gulung mocaf di Dapur Dif_able untuk acara Nuzulul Qur’an di pertengahan bulan Ramadan tahun ini.

Pemesanan dilakukan saat Istri dari Gubernur Arinal itu hadir di acara penyerahan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Anak Taman Surga (ATS), di Cafe Dapur Dif_able, Bandarlampung, Senin (12/4/2021).

Selain bolu gulung, Riana Sari Arinal juga memesan nasi kotak selama 10 hari untuk dibagikan ke masyarakat di bukan suci Ramadan.

Ia juga akan memberikan space atau tempat untuk anak anak di dapur dif_able memamerkan produk usahanya di acara Bazaar Dekranasda yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.

Menurutnya pemesanan makanan maupun kue di Dapur Dif_able bukan semata-mata melihat cita rasanya, namun semangat untuk berkarya dari anak-anak difable bisa memotivasi para generasi muda lainnya yang memiliki keterbatasan, maupun kesempurnaan fisik untuk terus berani berwirausaha.

Ia juga mengajak masyarakat Lampung untuk mencintai dan membeli produk-produk buatan UMKM lokal.

“Saya sangat bangga dengan anak-anak ini dan ini bisa menjadi motivasi bagi anak muda yang diberikan kesempurnaan dan semoga apa yang dilakukan oleh anakku di bawah binaan dari APJI memberikan manfaat mereka sehingga bisa mandiri secara ekonomi. Tadi saya melihat ada contoh-contoh kue yang dipajang. Silahkan anak-anaknya ikut di acara Bazaar UMKM dan akan disiapkan tempat untuk terlibat dan nanti akan saya arahkan seluruh pengunjung untuk langsung membeli makanan itu”ujarnya.

“Pembuatan nasi kotak nanti nasi kotak itu selama 10 hari akan kuserahkan untuk anak-anak sini, dan nanti pas Nuzulul Qur’an saya mau pesen 100 bolunya, karena luar biasa dan saya katakan kita jangan melihat rasanya, kalau rasanya segala macam sudah banyak, mau rasa apa saja, mau bentuk apa saja banyak tersedia, tetapi kita harus juga melihat siapa yang membuatnya, jadi nanti kalau memang produk UMKM lain yang ada di provinsi lampung itu harus kita beli ya” pungkas ibu Riana.(*)

  • Bagikan