Kuda Lumping dan 4Gplus ketemu di Rejo Mulyo

387

BANDARLAMPUNG — Indosat Ooredoo bersama warga Lampung menyambut baik momen ini untuk sosialisasi jaringan 4Gplus yang baru ke masyarakat luas yang hadir di wilayah Desa Rejo Mulyo, Sabtu, (13 Oktober 2018 di Desa Rejo Mulyo
Kec. Jati Agung Kab. Lampung Selatan.

Dalam kesempatan ini team Sales Area Bandar Lampung lakukan Sosialisasi Program Unlimited Youtube Mulai dari 5.000 dan pengundian hadiah Hiburan dari pelanggan yang telah melakukan pembelian Perdana IM3 Ooredoo dan Open Booth di lokasi.

Indosat Ooredoo terus berupaya memperkuat ekspansi jaringannya di Luar Jawa untuk dapat memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggannya. Komitmen ini diwujudkan melalui penambahan dan peningkatan jaringannya di Lampung, termasuk Lampung Selatan.

Sales Area Manager Bandar Lampung, Beni Iskandar, “Pengembangan jaringan di sebagian besar wilayah Lampung termasuk Lampung Selatan ini menjadi fokus dan komitmen kami selama tahun 2018, dalam
rangka peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan terutama dalam mengakses dunia digital.

Beni menambahkan bahwa pasar di Lampung Selatan masih sangat kompetitif karena masyarakat masih membutuhkan alternatif layanan, dan pada saat yang sama kebutuhan akses data masyarakat semakin
meningkat sebagai antusiasme mereka memasuki dunia digital.

Indosat Ooredoo berharap dapat
memenuhi kebutuhan ini, untuk mendukung masyarakat lebih cepat memasuki era digital yang akan membuka lebih banyak akses dan kesempatan, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, sosial serta kualitas kehidupan secara menyeluruh.
Khusus untuk wilayah Lampung, komitmen ini diwujudkan dalam bentuk penambahan dan modernisasi jaringan sudah ada menjadi jaringan baru broadband yang menyelimuti seluruh wilayah Lampung.

Jaringan baru broadband yang telah dibangun telah mencakup 15 kabupaten & 213 kecamatan, tersebar mulai Bakauheni, Bandar Lampung, Metro, Sribawono hingga wilayah perbatasan.

Penambahan dan perluasan jaringan baru broadband Lampung ini, menurut Beni Iskandar, memiliki keunggulan pada kestabilan jaringan serta jaringan yang lebih luas dari sebelumnya.

“Menikmati pengalaman jaringan baru, kami hadirkan jaringan terbaik (best network) dan produk terbaik (best
product) paket internetan Unlimited Youtube dari Rp 5.000 selama 24 Jam di jaringan baru broadband dengan Beli Paket UNLIMITED Youtube, Chat & Sosmed,” tuturnya.

Jaringan baru ini juga sekaligus dapat dinikmati masyarakat Lampung. Paket Unlimited Sachet Rp 5.000, yang juga dapat dinikmati pelanggan secara nasional.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat mengakses informasi melalui im3ooredoo.com/unlimited.

Bagi masyarakat luas yang ingin berlangganan paket UNLIMITED, dapat datang langsung ke outlet maupun Gerai Indosat Ooredoo terdekat, tekan *123# atau dapat mengakses aplikasi myIM3 dari
smartphone Anda.

Perlu diketahui, Kuda Lumping juga disebut Jaran Kepang atau Jathilan adalah tarian tradisional Jawamenampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda.

Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang.

Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut.

Jaran Kepang merupakan bagian dari pagelaran tari reog. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Sumatera Utara dan di beberapa daerah di luar Indonesia seperti di Malaysia, Suriname, Hong Kong, Jepang dan Amerika.

Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain.

Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural yang pada zaman dahulu berkembang di lingkungan Kerajaan Jawa, dan merupakan aspek non militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda.

Komentar