Launching Buku “Menakar Demokrasi dalam Pandemi”, Gubernur Arinal Berharap Beri Konstribusi agar Pilkada Sukses dan Covid-19 Terkendali

47

BANDARLAMPUNG — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi hadirnya buku “Menakar Demokrasi dalam Pandemi” karya Wendy Melfa dan berharap buku tersebut memberi kontribusi agar Pilkada Serentak yang berlangsung 9 Desember 2020 dapat sukses dan Covid-19 terkendali.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Arinal saat launching dan diskusi buku tersebut di Warung Kopi Waw Lamban Gunung, Sukadanaham Selasa (13/10/2020).

Kegiatan ini mengundang sejumlah tokoh yang ahli di bidangnya, insan pers serta para pihak akademisi.

“Di tengah-tengah pandemi Covid-19 dan pelaksanaan Pilkada 2020 ada rekan kita mempunyai kreativitas,” ujar Gubernur Arinal.

Selama ini Wendy Melfa dikenal sosok penulis aktif dalam berbagai kegiatan sosial politik juga sebagai peneliti tentang pilkada dan juga pengasuh Ruang Demokrasi (RuDem).

“Menakar Demokrasi dalam Pandemi” adalah buku ketiganya. Buku ini juga diawali pengantar dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2015-2018 Prof. Dr. Arief Hidayat.

Arinal meminta hadirnya buku tersebut dan bertemunya pemikiran-pemikiran dari para tokoh hari ini, akan memberikan langkah yang positif sebagai bentuk kepedulian dan konstribusi terhadap pelaksanaan demokrasi di saat memerangi Covid-19.

“Apresiasi itu juga dengan kita memberikan saran-saran karena bagaimana pun juga kata kuncinya yakni Pilkada berjalan, Covid-19 terkendali,” katanya.

Menurut Arinal, hal tersebut bisa berjalan dengan baik, diperlukan tingkat kesadaran semua pihak dalam rangka pengendalian dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Tingkat kesadaran semua pihak yang sangat menentukan, penyelenggara, pengawas dan masyarakat sehingga ini bisa berjalan. Bersama-sama kita turun dan melakukan langkah-langkah pengendalian,” ujarnya.

Sementara itu, Wendy Melfa mengatakan melalui buku ini, dirinya ingin memberikan kontribusi pikiran-pikiran melihat atas fenomena yang terjadi.

Menurutnya, untuk pertama kali dalam sejarah demokrasi di Indonesia utamanya Provinsi Lampung menyelenggarakan sebuah agenda demokrasi ditengah Pandemi Covid-19.

“Saya berusaha untuk mencoba walaupun sedikit ambil bagian terhadap fenomena langka ini barangkali ada hal yang bisa kita jadikan sebagai bahan berdiskusi,” ujar Wendy.

Namun demikian, Mantan Bupati Lampung Selatan ini menyebutkan buku ini juga masih membutuhkan buah pemikiran dari pihak-pihak atau tokoh yang ahli di bidangnya.

“Buku ini saya tulis mulai sekitar bulan Juni sampai dengan kira-kira akhir September. Adapun hari ini kami memberanikan diri untuk menghadirkan saudara sekalian para tokoh yang kami anggap expert/ahli dibidangnya. Saya hanya ingin mengajak kita bersilaturahmi pikiran,” katanya.

Menurut Wendy, ini dilakukan dalam rangka menyempurnakan hadirnya buku tersebut yang kemudian bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Dalam rangka menyempurnakan pikiran-pikiran ini, saya mengajak kepada semua sesuai dengan pengalamannya. Harapan saya bisa lebih menyempurnakan hadirnya buku ini yang kemudian bisa bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat kita,” ujarnya.(*)

Komentar