Mufti Salim Ajak Dukung Palestina, Penjajahan Diatas Dunia Harus Dihapuskan

# Dilihat: 78 pengunjung
  • Bagikan

Bandar Lampung – Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim hadir di acara halal bihalal PKS Lampung yang digelar secara virtual, Minggu (23/5/2011).

Ia menunjukkan bentuk kepeduliannya terhadap Palestina, dengan cara mengenakan syal bercorak Palestina.

Acara diikuti oleh jajarangan pengurusnya dan seluruh pimpinan Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) PKS se provinsi Lampung, berlangsung di Aula DPW PKS Lampung.

Turut hadir Sekretaris DPW PKS Lampung Agus Kurniawan dan Sekretaris MPW PKS Lampung Murdiansyah Mulkan, yang juga turut memakai syal bercorak bendera Palestina.

Dalam kesempatan itu Mufti Salim mengatakan, bahwa dirinya beserta sekretaris DPW dan sekretaris MPW sepakat untuk memakai syal Palestina saat halal bihalal ini sebagai bentuk dukungan PKS terhadap perjuangan Palestina.

Apa yang dilakukan Israel terhadap Palestina adalah suatu bentuk penjajahan.

Sesuai dengan pembukaan undang-undang dasar republik Indonesia, penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Karena itu Mufti mengajak semua anggota PKS dan masyarakat Lampung untuk peduli dengan Palestina.

Untuk peduli dengan Palestina tidak harus menjadi muslim, karena itu berkaitan dengan rasa kemanusiaan.

“Mari kita berikan dukungan moril kepada saudara-saudara kita di Palestina. Saya bersama teman-teman yang lain saat ini menggunakan syal Palestina sebagai bentuk dukungan. Dukungan ini bukan semata-mata dengan syal saja, tapi juga dengan doa. Mari kita doakan saudara-saudara kita di Palestina agar secepatnya lepas dari penjajahan Israel,” kata Mufti.

Mufti juga mengatakan, melalui momentum halal bihalal ini DPW PKS Lampung menghaturkan permohonan maaf atas kesalahan yang terjadi selama berinteraksi.

Walaupun berhari raya ditengah keterbatasan karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 Mufti mengajak semua anggota PKS dan masyarakat Lampung untuk tetap berbahagia merayakan hari raya.

Hari raya itu bukan untuk orang yang bajunya baru, sesungguhnya hari raya yang hakiki itu milik orang-orang yang keimanannya bertambah selepas beribadah di bulan Ramadan sebulan penuh.

“ Melalui momen halalbihalal mari kita semua benar-benar saling memaafkan dan mengikhlaskan dari lubuk hati yang paling dalam. Semoga kita bisa lebih baik lagi dalam bergandengan tangan mengisi pembangunan di provisni Lampung dengan kebaikan dan kebermanfaatan,” pungkas Mufti Salim.(*)

  • Bagikan