Pemkot Metro Bahas Pendistribusian Vaksin dengan Pemerintah Pusat secara Virtual

# Dilihat: 18 pengunjung
  • Bagikan

KOTAMETRO – Guna membahas tentang vaksin Covid19, Pemerintah Kota Metro bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri gelar rapat secara virtual melalui Zoom meeting, yang dipimpin langsung oleh Walikota Metro, Achmad Pairin, bersama para Stakeholder, diruang OR, Selasa (5/1/2021).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyampaikan, bahwa vaksin Covid19 akan di edarkan secara bertahap pada setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di setiap daerah.

BACAAN LAINNYA
Gubernur Lampung Minta Jajarannya Satukan Persepsi dan Langkah untuk Tingkatkan Kinerja yang InovatifCapacity Building menjadi Fokus Rapat Kerja RPA Kota Bandar LampungRaker Virtual, Cabang RPA Lampung Barat siap menangani Isu Stunting dan Pernikahan Anak Usia Dini
“Jumlah kebutuhan vaksin sebanyak 181,5 juta jiwa. Dimana Vaksin tersebut di perioritaskan untuk tenaga kesehatan, yang behubungan dan berkontak fisik langsung dengan pasien Covid-19,” kata Budi Gunadi.

Budi Gunadi menjelaskan, penyuntikan pertama vaksin Covid19 akan diterima oleh Presiden RI, Joko Widodo. Selanjutnya di ikuti para jajaran Menteri, Pemerintah Pusat dan Gubernur setiap daerah yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2021 mendatang.

“Sementara pada tanggal 14 dan 15 Januari akan dilaksanakan secara serentak penyuntikan vaksin di 34 Provinsi Indonesia. Kita menargetkan penyuntikan Vaksinisasi akan selesai pada bulan Februari 2021,” jelasnya.

Selanjutnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mengatakan bahwa penyuntikan vaksin Covid19 dilakukan pertama pada pemerintah pusat, bertujuan agar kepercayaan masyarakat terhadap vaksinisasi meningkat. Sebab saat ini masih banyak masyarakat yang tidak percaya terhadap adanya virus Corona dan vaksin.

“Saat ini juga sebanyak 30.346 Sumber Daya Manusia (SDM) telah menerima pelatihan untuk melakukan vaksinisasi. Saya juga minta kepada seluruh Dinas terkait, untuk lebih memfokuskan alat-alat kesehatan terkait vaksinisasi,” ungkap Tito Karnavian.

Tambahnya Tito Karnavian mengungkapkan, bahwa saat penyuntikan dilakukan harus menjadi dua kloter, untuk mengurangi penumpukan masyarakat yang akan menerima vaksinisasi.

“Untuk vaksinisasi akan diberikan kepada masyarakat dengan renta usia 18 tahun sampai dengan 59 tahun. Dan vaksinasi ini juga akan diberikan dan difokuskan kepada manula. Hal ini terkait masih banyaknya manula yang terpapar Covid-19,” tegas Tito Karnavian. (*)

  • Bagikan