Perlintasan Sebidang Jalur Rel Kereta Api Desa Banjar Ratu Ditutup

51

LAMPUNGTENGAH — Dinilai membahayakan, perlintasan sebidang (liar), jalur rel kereta api Km 75+4/5 di Desa Banjar Ratu Kecamatan Way Penguburan, Kabupaten Lampung Tengah, ditutup.

Hal itu dilakukan karena sering terjadi kecelakaan, yang terakhir kendaraan roda 4 bermuatan singkong menemper KA Rajabasa yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 2 orang luka luka yang harus dirawat di rumah sakit, selasa (24/9/2019).

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Divisi Regional (Divre) IV Tanjung Karang, Sapto Hartoyo mengatakan, untuk penutupan perlintasan tersebut, PT KAI telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub Lampung, terkait adanya perlintasan liar yang dinilai membahayakan itu, dan sekarang sudah ditutup” ujarnya, “Tidak kita tutup total, kendaraan roda 2 masih bisa lewat”, lanjutnya, Rabu (25/9/2019).

Sapto menambahkan, penutupan perlintasan sebidang itu untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Untuk akses warga yang akan melintasi jalur rel kereta api di desa tersebut, pemerintah setempat telah membangun fly over, dan dirasa lebih aman.

“Menurut undang undang no. 23 tahun 2007 disebutkan bahwa kalau pemerintah sudah membangun fly over ataupun underpass maka perlintasan sebidang yang ada disekitarnya harus ditutup”, jelas Sapto.

“Kepada para pengguna jalan raya, yang melintasi jalur perlintasan kereta api, dihimbau untuk mengutamakan keselamatan” tutupnya.(ih)

Komentar
BACA JUGA:  Gubenur Terpilih Arinal Pantau Perbaikan Jalan Ryacudu dan Peduli Bantu Anggaran