Sumarju : Pentingnya Peran Pekerja Sosial di Masyarakat

210
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni

BANDARLAMPUNG — Peringatan Hari Pekerja Sosial Internasional menjadi momentum untuk dapat berperan serta dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam bingkai lingkungan aman dan nyaman.

Pekerja sosial harus lebih terlibat dalam penyelesaian berbagai masalah sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni, saat ditemui, di upacara peringatan Hari Pekerja Sosial Internasional, sekaligus ziarah dalam rangka HUT Provinsi Lampung ke-55 di Taman Makan Pahlawan Tanjung Karang, Bandar Lampung, Selasa, (19/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Sumarju yang didampingi oleh jajarannya itu juga mengatakan, komitmen keterlibatan profesi pekerja sosial dalam mewujudkan keberlanjutan masyarakat dan lingkungan sangat dinanti masyarakat.

“Kemampuan pekerja sosial harus terus ditingkatkan guna menambah efektivitas dalam penanganan masalah sosial dan pemulihan psikososial masyarakat yang terpapar bencana” ujarnya.

Sumarju juga mengatakan, Hari peringatan Pekerja Sosial Internasional menjadi momentum pengakuan pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja sosial sebagai “profesi” namun sementara ini sering kali tidak diperhatikan atau diabaikan.

Di Provinsi Lampung sendiri, gerakan untuk menjadi pekerja-pekerja sosial profesional, teman-teman alumni pekerjaan sosial semakin sedikit, profesi-profesi pekerjaan sosial semakin sedikit, maka perlu dilakukan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan SDM dan juga sertifikasi untuk pekerja sosial yang mumpuni.

Kemampuan dan ketangkasan para pekerja sosial sudah sewajarnya ditingkatkan guna menjawab perkembangan permasalahan sosial di masyarakat.

Cara-cara konvensional tidak cukup untuk digunakan, karena permasalahan sosial terus meningkat baik secara kualitas maupun kuantitasnya seiring dengan perkembangan pembangunan.

Metode dan teknik-teknik dalam menyelesaikan masalah sosial berbasis ilmu pekerjaan sosial kurang mampu menjawab pesatnya masalah sosial.

Pelaksanaan karena itu perlu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pekerjaan sosial dibidang Teknologi atau meminjam istilah Gubernur Lampung Ridho Ficardo yakni peningkatan “Social Engineering” sehingga dapat mengikuti arus informasi dan globalisasi yang semakin pesat.

Disamping itu juga Pekerja Sosial diharapkan dapat mempertahankan perilaku etis dan disiplin profesi.

Pemprov Lampung melalui Dinas Sosial mendorong semua pekerja sosial untuk memikul tanggung jawab penuh mereka sebagai warga negara, membangun dan memelihara hubungan dengan semua tingkatan guna tercapai pengembangan sosial dan kesejahteraan.

Sumarju kembali menegaskan akan pentingnya perayaan Hari Pekerja Sosial Internasional dan mengakui pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja sosial sebagai “profesi” namun sementara ini sering kali tidak diperhatikan atau diabaikan. (*)

Komentar