TK ABA Sukoharjo 3 Kunjungan Ke Stasiun Kereta Api Tanjung Karang

185

PRINGSEWU — Untuk mengenalkan secara dini tentang perkeretaapian, murid-murid dari TK Aisyiyah Sukoharjo 3, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu Lampung mengunjungi Salah satu stasiun kereta api yang serius menangani perihal wisata adalah Stasiun Tanjung Karang dan berliburan ke pantai Mutun, Jumat, (4/5/2019).

Manager Humas yang di wakil oleh Staf Berta mengatakan, dalam dua bulan terakhir ini kunjungan dari PAUD, TK, dan SD ke Stasiun Tanjung Karan meningkat. Setiap kunjungan berkisar 40 sampai 140 murid.

“Dengan adanya kunjungan dari TK Aisyiyah Sukoharjo 3, kita bisa menyampaikan maksud dari Humas sendiri seperti tentang edukasi perkeretaapian sejak dini,” ujarnya.

Kata dia, kita sisipkan aturan perkeretaapian secara sederhana seperti di perlintasan yang nantinya murid-murid harus mentaati aturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di perlintasan sebidang yang sampai saat ini menimbulkan polemik.

Murid-murid TK Aisyiyah Sukoharjo 3 mendapatkan pembelajaran perkeretaapian dalam skup stasiun seperti tata cara disiplin mengantri.

“Karena disiplin mengantri sangat susah untuk diajakarkan dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Maka dari itu sedini mungkin sudah sangat penting sekali disisipkan kedisiplinan,” ungkapnya.

Selain itu juga, murid-murid yang mengunjungi stasiun diberikan pengenalan di lingkungan peron, semacam garis pembatas yang tidak boleh dilalui, karena merupakan garis batas bahaya.

Lalu, diinformasikan juga tentang pegawai kereta api, dengan masing-masing tugasnya. seperti tugas masinis berikut asistennya, pemimpin perjalanan kereta api yang mempunyai ciri khas topi pat warna merah dan skip berwarna hijau seperti raket.

“Semua itu kita informasikan, agar mengetahui tata cara perkeretaapian yang mempunyai aturan sedemikian rupa. Dan itu, akan menjadikan semacam keinginan, yang nantinya menjadi cita-cita mereka,” bebernya.

Erna trilitahati, S. Pd selalu kepala sekolah TK Aisyiyah Sukoharjo 3 dalam kunjungannya murid-murid yang mengujungi stasiun diberikan pengetahuan tentang jenis-jenis kereta api, baik kereta maupun lokomotif kemudian murid-murid masuk ke dalam kereta api.

“Biar mereka juga tahu, bedanya kereta eksekutif, kereta ekonomi, maupun fasilitas pendukung lainnya yang ada di dalam kereta,” jelasnya.

Menurut Erna antusias dari murid-murid ini sanga baik sekali, dan wakil kelas atau guru pembimbingnya juga mengapresiasi dengan apa yang telah diberikan edukasi dari kereta api.

“Di usia dini inilah, diinformasikan sesuatu yang benar tentang perkeretaapian secara luas,” tandasnya. (Samuel)

Komentar