Unila Kukuhkan Maroni Sebagai Gubes ke 67

172

BANDARLAMPUNG — Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan upacara pengukuhan guru besar di Gedung Serba Guna (GSG) kampus setempat, Rabu (13/2).

Acara pengukuhan diberikan kepada Dr. Maroni, sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Pidana. Acara kegiatan hari ini merupakan agenda pelantikan guru besar ke 67 di lingkungan Universitas Lampung. Guru Besar Fakultas Hukum Unila itu menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Peradilan Pidana Berbasis Pelayanan Publik Dalam Rangka Penegakan Hak Asasi Pencari Keadilan”.

Maroni, terhitung 1 Agustus 2018 dinaikkan pangkatnya menjadi guru besar/profesor dalam bidang ilmu hukum pidana dengan angka kredit sebesar 872.50. Hal itu berdasarkan Keputusan Menristekdikti Nomor 39622/A2.3/KP/2018 Tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen.

Pada pidatonya Maroni menyampaikan, urgensi penegakan hak asasi manusia dalam proses peradilan pidana dikarenakan status seseorang sebagai tersangka atau terdakwa tidak menyebabkan hilangnya hak-haknya sebagai manusia (HAM), sepanjang status yang bersangkutan masih warga negara RI maka hak haknya dilindungi UUD 1945.

” Persoalan penegakan hukum pidana adalah masalah yang tidak sederhana. Bukan saja karena kompleksitas sistem hukum itu sendiri melainkan rumitnya jalinan hubungan antarsistem hukum dengan bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya masyarakat,” ujarnya.

Selain itu penegakan hukum dalam suatu masyarakat mempunyai kecenderungan-kecenderungannya sendiri yang disebabkan struktur masyarakatnya.

Acara yang berlangsung di GSG itu dihadiri Ketua kejaksaan Tinggi Dr. Susilo Yustinus, Zaid Umar Bobsaid, selaku Ketua Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Kepala Dinas Kominfo Lampung A. Chrisna Putra mewakili gubernur Lampung, serta para tamu undangan (*)

Komentar