SURYASUMATERA.COM — BANDARLAMPUNG — Sebanyak 40 prajurit dari Kesatuan Kodam XXI/Raden Intan mengikuti kursus bahasa Mandarin di Han Yuan Chinese Learning Centre yang berlokasi di Jl. Jendral Suprapto No.3 Tanjung Karang, Pelita, Engal, Kota Bandar Lampung.
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten adalah Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), pada Kamis, 16 Juli 2026, meninjau langsung kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut.
“Saya datang ke Han Yuan Mandarin Learning Center ini, untuk melihat prajurit -prajurit saya yang tengah belajar bahasa mandarin. Ini adalah inisiatif dari kami, memberi kesempatan kepada prajurit kami, yang ada di kesatuan Teknologi Pembangunan untuk menguasai atau mempermakhir bahasa mandarin. Ke depan pandai berbahasa mandarin sangat baik buat kerjasama, baik di bidang militer, pertanian, yang memang dibutuhkan skill berbahasa mandarin, sehingga mereka bisa lebih mudah menyerap ilmu teknologi yang akan diberikan kepada para prajurit kami,” ujar Pangdam.
Sementara itu, Owner Han Yuan Chinese Learning Center sekaligus Sekretaris PSMTI Lampung, Steven Cheng, mengatakan pelatihan bagi 40 prajurit kini memasuki pekan ketiga. Steven menjelaskan dua tenaga pengajar Han Yuan Chinese Learning Center berasal langsung dari Tiongkok sebagai penutur asli (native speaker).
Mereka membimbing peserta sejak awal agar mampu menguasai pelafalan Mandarin dengan benar. “Dua guru kami merupakan penutur asli dari Tiongkok. Fokus awal pembelajaran adalah pelafalan yang benar, kemudian dilanjutkan dengan latihan 100 kalimat bertanya dan 100 kalimat menjawab agar mereka mampu melakukan percakapan dasar dalam bahasa Mandarin,” jelas Steven.
Para peserta mengikuti pembelajaran selama 20 jam pada tahap pertama. Setelah itu, mereka langsung melanjutkan tahap kedua selama 20 jam. Dengan demikian, setiap peserta memperoleh sedikitnya 40 jam pelatihan intensif. Steven berharap kerja sama dengan Kodam XXI/Radin Inten terus berlanjut.
Ia juga ingin program tersebut mendorong lebih banyak masyarakat Lampung mempelajari bahasa Mandarin. “Bahasa Mandarin kini menjadi nilai tambah. Kami berharap semakin banyak masyarakat, termasuk aparat negara, yang memiliki kemampuan bahasa ini untuk mendukung berbagai kerja sama internasional,” pungkasnya.***






