SURYASUMATERA.COM –:3 Murid SD Fransiskus 2 Bandar Lampung, Nicholas Onggarahardja, Jeselyn Charissa Abuyanin, dan Bagas Arka Saksono, yang telah berhasil mengharumkan nama daerahnya di kancah nasional bidang pendidikan, melalui kompetisi edukatif DANCOW Indonesia Cerdas Season 2 persembahan NestlĂ© DANCOW.
Setelah melewati sejumlah tahapan seleksi, SD Fransiskus 2 Pahoman Bandar Lampung keluar sebagai tim juara setelah mengungguli para finalis dari 14 provinsi lainnya pada babak final.
Didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, kompetisi ini berhasil menjaring 192.000 siswa dari 2.168 sekolah di 40 kota dan 15 provinsi, menjadikannya sebagai ajang kompetisi terbesar bagi siswa Sekolah Dasar di Indonesia.
“Terima kasih untuk teman-teman kita yang telah memberikan doa dan dukungannya,” ujar Jeselyn Charissa Abuyanin, saat acara apresiasi disekolahnya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Sementara itu, Bagas Arka Saksono, bersama Nicholas Onggarahardja, Jeselyn Charissa Abuyanin, mengatakan, persiapan untuk kompetisi ialah belajar tanya jawab.
“Persiapannya itu belajar tanya jawab sama guru, sebelum lomba-lomba tuh tanya jawab gitu tentang cermatnya kalau ada, misalnya cerdas cermatnya ada game-game gitu game-nya dipelajarin gitu,” ujar Bagas.
Pada kesempatan yang sama, Nita, mamah dari Jeselyn mengatakan, prestasi yang diraih putrinya karena rajin berlatih dirumahm
“Jeselyn emang anaknya telaten, teliti, kalau di rumah tekun rajin belajar di rumah,” ujarnya didampingi Erika (mamah Bagas), dan Sofi (mamah Nicholas).
Usai penyerahan apresiasi, Kepala SD Fransiskus 2 Rawa Laut Bandar Lampung, Sr. M. Paulis FSGM, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih anka didiknya.
“Kami sangat bersyukur karena anak-anak kami mampu bersaing dengan 14 provinsi lainnya dan puji Tuhan anak kami mendapat juara pertama, kami sangat bangga dan sangat bersyukur dan sekaligus ini menjadi kesempatan bagi kami untuk terus meningkatkan ee pendampingan terhadap anak-anak kami, untuk terus berprestasi baik itu akademik maupun non akademik ya,” ucapnya.
Paulis FSGM juga mengatakan, perjuangan yang dirasakan muridnya hingga menjadi juara tidaklah mudah, namun berkat semangat dan kerja keras, akhirnya bisa jadi yang terbaik di kompetisi tersebut.
“Untuk anak-anak kami sendiri juga ini adalah suatu pembelajaran bagaimana berdaya juang, dengan jiwa besar, dengan juga terus disiplin, kerja keras, kerja sama, menyusun strategi, dalam setiap episode mereka juga mengalami tantangan tersendiri,
mengalami kesulitan tersendiri,
tapi tetap mereka membangun kekompakan dalam satu tim dan juga mereka bekerja sama, berjuang terlebih mental mereka, mental mereka memiliki semangat daya juang dan kerja sama dengan jiwa besar itu yang
utama, dan itu dibuktikan oleh mereka sehingga setiap sesi setiap episode mampu mereka lewati dengan segala upaya dengan segala kerja keras kerja sama dan keuletan ketekunan juga, semangat itu ya tetap meskipun down tapi mampu segera mengatasinya, dan mereka bangkit lagi survive lagi itu yang sangat kami kagumi dan jadi juara ini sekaligus juga mengapresiasi mereka,” ujarnya.
Suster Paulis juga mengatakan, Sebagai bentuk apresiasi kepada ketiga muridnya yang berhasil meraih prestasi tingkat nasional itu, sekolah mengadakan acara pemberian hadiah, serta sebagai ucapan terima kasih.
“hari ini kami mengapresiasi mereka, daya juang mereka, jadi lelah mereka,
usaha mereka dan berbuah, menjadi juara pertama tingkat nasional, itu untuk session dancow ini, terima kasih banyak anak-anak hebat, kalian memang cakap, cerdas, unggul dan berkarakter,” tutupnya.
Perlu diketahui, dalam acara tersebut juga ketiga murid SD Fransiskus 2 Bandar Lampung yang mengharumkan nama daerah dan sekolahnya itu, dinobatkan sebagai duta cendikia.(Ih).






