Bandar Lampung — Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung menggelar Media gathering bersama awak media, yang berlangsung di Eclatte Gourmand Cafe, Jumat 25 September 2026.
Kepala BEI Lampung, Hendi Prayogi, dalam kesempatan itu memaparkan peningkatan jumlah investor di Lampung.
Dalam pemaparannya ia menyampaikan, jumlah investor pasar modal di Lampung terus bertambah sepanjang 2026.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Lampung mencatat 828.927 investor hingga Agustus 2026.
Angka tersebut meningkat 365.270 investor baru sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Pada akhir 2025, jumlah investor pasar modal Lampung tercatat 463.657. Artinya, jumlahnya terus bertambah sepanjang delapan bulan 2026.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Provinsi Lampung Hendi Prayogi mengatakan pertumbuhan investor menunjukkan perkembangan positif. BEI tidak hanya mendorong masyarakat berinvestasi melalui saham.
Pasar modal juga mencakup reksa dana dan instrumen investasi lainnya. “Masyarakat ini kan beda-beda, ada yang mau ke saham, ada yang mau reksadana dan sebagainya,” kata Hendi.
Data BEI juga mencatat pertumbuhan investor saham. Jumlah SID saham mencapai 222.978 pada Agustus 2026. Jumlah tersebut bertambah 37.250 SID saham baru sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Pada Desember 2025, jumlah SID saham tercatat 185.728.
Dia mengatakan BEI masih memiliki ruang untuk meningkatkan jumlah investor saham hingga akhir 2026. “Kalau saham sendiri kita lihat dari 2025 ke 2026 mungkin tidak terlalu signifikan, penambahannya sampai di Agustus itu di 37.250 investor baru,” ujarnya.
Selain jumlah investor, aktivitas transaksi pasar modal juga menunjukkan perkembangan. Data BEI mencatat nilai transaksi mencapai Rp3,61 triliun pada Agustus 2026.
Secara kumulatif, nilai transaksi Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar Rp29,56 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi Agustus mencapai 1.004.786 transaksi.(*)






