SURYASUMATERA.COM, LAMPUNG SELATAN – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar Sidang Terbuka Dies Natalis ke-12 di Aula Lantai 4 Gedung Kuliah Umum 2, Selasa (6/10/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Dalam pidatonya, Rektor ITERA Prof. Dr. apt. Elfahmi menyampaikan bahwa perjalanan ITERA selama 12 tahun menunjukkan perkembangan yang sangat pesat.
“Perguruan tinggi yang pada awal berdirinya hanya memiliki 13 dosen dan fasilitas terbatas, kini telah memiliki sekitar 770 dosen,” ungkap Elfahmi.
Pesatnya perkembangan ITERA juga terlihat dari pengelolaan kawasan kampus seluas 273 hektare di Lampung Selatan. Area yang dulunya merupakan bekas perkebunan dan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut kini bertransformasi menjadi pusat pendidikan tinggi serta kawasan pertumbuhan ekonomi baru.

“Dies Natalis ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada publik bahwa ITERA terus menjalankan fungsi perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul yang berkontribusi bagi pembangunan daerah, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Dorong Transformasi BLU dan Pembentukan 5 Fakultas
Ke depan, pengembangan ITERA tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah mahasiswa atau pembangunan fisik semata, melainkan juga penguatan kelembagaan dan kualitas akademik.
Saat ini, ITERA tengah bersiap bertransformasi dari status Satuan Kerja (Satker) menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Lintas status ini diharapkan memberikan fleksibilitas dan ruang gerak lebih luas bagi kampus dalam mengalirkan berbagai program strategis.

Selain itu, ITERA telah mengajukan rancangan Organisasi dan Tata Kelola (OTK) baru kepada kementerian. Dalam rancangan tersebut, ITERA diproyeksikan bakal memisahkan dan memayungi bidang keilmuannya ke dalam lima fakultas.
Dari sisi sarana dan prasarana, pembenahan infrastruktur terus berjalan. ITERA tengah berkoordinasi untuk merenovasi serta memperbarui fasilitas pembelajaran, termasuk merencanakan pembangunan gedung baru dan auditorium yang ditargetkan menjadi ikon baru di Provinsi Lampung.
“Pengembangan infrastruktur ini tentu harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan,” tambah Elfahmi.
Pada sektor akademik, pembenahan kurikulum terus dimaksimalkan, diimbangi peningkatan kualifikasi SDM dosen melalui dorongan studi lanjut tingkat doktor (S3) serta percepatan kenaikan jabatan fungsional guru besar (profesor).
Didorong Jadi Motor Riset dan Pilot Project Industri
Sementara itu, Mendiktisaintek RI Prof. Brian Yuliarto mendorong agar keberadaan ITERA memberikan dampak langsung yang nyata bagi pembangunan di Provinsi Lampung dan kawasan Sumatera.
Brian menegaskan, kerja sama antara ITERA dengan Pemerintah Provinsi Lampung tidak boleh berhenti pada seremoni atau nota kesepahaman semata, melainkan harus diturunkan ke dalam riset, skripsi, maupun tesis mahasiswa untuk menjawab persoalan riil di lapangan.
“ITERA didorong memanfaatkan kekuatan riset yang dimiliki untuk menghasilkan solusi atas berbagai persoalan daerah, termasuk dalam pengembangan teknologi dan industri,” kata Brian.
Ia juga mengapresiasi capaian penelitian ITERA, salah satunya program penelitian berkelanjutan (*sustain*) yang telah mendapatkan pengakuan internasional.
Lebih lanjut, Brian berharap lahan luas yang dimiliki ITERA dapat dimanfaatkan sebagai pilot project pengembangan industri. Dengan demikian, kawasan kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga ruang inovasi teknologi yang memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“ITERA harus terus memberikan dampak nyata. Riset yang dilakukan harus bisa menjawab persoalan yang ada dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Apresiasi senada disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Pemprov berharap kolaborasi penelitian bersama ITERA dapat diperkuat guna membantu pemerintah menyelesaikan berbagai isu strategis daerah melalui keterlibatan aktif dosen dan mahasiswa.
Di usianya yang ke-12, ITERA kini siap melangkah ke fase baru—bertransformasi dari kampus pionir berfasilitas terbatas menjadi pusat pengembangan SDM, motor riset, inovasi, serta pengembangan industri yang berdampak luas bagi Lampung dan Indonesia.(Ih)






