15 Kabupaten Kota Rumuskan Pencapaian Target Sanitasi Aman Provinsi Lampung

Bandarlampung– Paradigma pembangunan sanitasi saat ini bukan lagi kepada pencapaian akses sanitasi dasar namun pada akses sanitasi layak dan aman.

Dalam rangka merumuskan percepatan akses sanitasi layak dan aman di Provinsi Lampung, Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), SNV, dan Pemerintah Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan learning event selama dua hari (26-27/2) di Hotel Aston, Bandarlampung.

Kegiatan dihadiri dari Kementerian Kesehatan yang diwakili oleh Direktur Penyehatan Lingkungan dr. Imran Agus Nurali, BAPPENAS dan Kementrian PUPR RI. Peserta learning event diikuti oleh seluruh anggota team Pokja AMPL PKP Provinsi Lampung, Bappeda, Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR dari 15 kabupaten kota di Provinsi Lampung, sektor swasta dari GGF, Aqua Danone, dan Natara Maining.

Kegiatan dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ir. Taufik Hidayat, M.M, M.E.P mewakili Gubernur Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya Taufik menyampaikan persoalan sanitasi merupakan tanggungjawab seluruh para pihak, saat ini baru 73,93% sehingga perlu ada sinergi dan kolaborasi untuk bisa mencapai target 100% sanita layak dan aman di Provinsi Lampung.

Dua pimpinan daerah daerah turut hadir pada acara learning event yaitu Walikota Metro Hi. Ahmad Pairin, S.Sos dan Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi, S.E, M.Akt untuk memberikan sharing knowledge strategi pencapaian target akses sanitasi layak dan aman di kota Metro dan Kabupaten Pringsewu.

Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati paparan sambutan menyampaikan saat ini akses sanitasi aman di Provinsi Lampung kurang dari 2%, sehingga masih harus ada upaya besar yang harus dilakukan oleh seluruh pihak.

” Paradigma pembangunan sanitasi bukan lagi pada sanitasi dasar tapi pada akses sanitasi layak dan aman, dari 15 kabupaten kota baru 4 kabupaten yang ODF, Pringsewu, Way Kanan, Metro dan Lampung Selatan, itupun baru pada akses sanitasi dasar, jadi semua harus terus berupaya untuk meningkatkannya, momentum selama dua hari ini semoga bisa merumuskan strategi dan perencanaan untuk pencapaian akses sanitasi layak dan aman di Provinsi Lampung,” ungkap Febri.

Seedbacklink