8 Bulan Koma, Tangisan Adik Adinda Dinanti Keluarga dan Dokter yang Merawatnya

113

ACT Lampung bersama Apik Mandiri tengah berupaya dalam penyembuhan Adik Adinda (2) yang mengidap penyakit epilepsi, meningitis, hidrosepalus dan tumor otak.

Sebelumnya Adinda sempat mengalami koma selama 8 bulan tanpa sadar. Selama mengalami koma, Adinda ditemani oleh Sang Ibu dengan bantuan selang NGT untuk memasukan nutrisi ke tubuhnya.

Kepala Program ACT Lampung Regina Locita Pratiwi pada Selasa (13/10) menuturkan bahwa saat ini Adinda ditemani oleh Ayah dan Ibunya di RSUD Abdul Moeloek Ruang Bedah Anak Perempuan Alamanda Lantai 4.

Ayahnya yang berprofesi sebagai buruh bangunan harus libur bekerja demi menjaga anak Ke-3 nya di Rumah Sakit. Sehingga keluarga tidak lagi memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Adinda dirawat kembali karena adanya cairan yang ada diotak akibat penyakit hidrosepalus. Berdasarkan rekomendasi Dokter, harus dilakukan tindakan operasi pemasangan selang pada jaringan otak untuk mencegah timbunan cairan yang dapat menggangu saraf di Kepalanya.

Hingga saat ini suara tangisan Adinda adalah hal yang paling dirindukan oleh Keluarganya. Karena tangisanya yang menjadi tanda awal kesembuhan.

Lanjut Regina, untuk menambah nutrisi tubuhnya hanya diperbolehkan memasukan cairan susu khusus nutrisi otak dan susu khusus perkembangan tubuh dengan resep dan pengawasan Dokter. Untuk memenuhi kebutuhan Susu khusus yang harganya lumayan tinggi, pihak keluarga berharap bantuan masyarakat Provinsi Lampung.

“Adinda masih membutuhkan bantuan untuk obat kejang yang tidak dicover oleh BPJS Kesehatan, untuk itu ACT Lampung dan Apik Mandiri membuka kesempatan kepada masyarakat yang mau membantu dalam bentuk uang tunai maupun perlengkapan kebutuhan sehari-hari, mohon doa supaya ikhtiar pendampingan berjalan dengan lancar,” tutupnya.(*)

Komentar