BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung resmi mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) dari tatap muka menjadi pembelajaran secara daring (dalam jaringan) atau online. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 150 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik yang ditetapkan di Bandar Lampung pada Minggu, 6 September 2026, dan ditandatangani oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Berikut adalah beberapa poin penting dalam surat edaran tersebut:
Penerapan KBM Daring: Seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB dialihkan ke pembelajaran daring dari rumah masing-masing.
Jangka Waktu: Pemberlakuan KBM daring ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu mulai Senin, 7 September hingga Selasa, 8 September 2026, dengan terus memantau perkembangan situasi dari otoritas berwenang.
Tugas Guru dan Sekolah: Kepala satuan pendidikan dan guru tetap menjalankan tugas dari sekolah untuk memastikan pembelajaran daring berjalan efektif melalui platform digital yang tersedia.
Himbauan Kesehatan: Seluruh siswa, guru, dan orang tua diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar ruangan, wajib menggunakan masker guna mengantisipasi bahaya Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan kulit akibat abu vulkanik.
Pengawasan Orang Tua: Orang tua/wali siswa diminta mendampingi dan memastikan anak-anak mengikuti proses belajar dari rumah dengan baik.
Koordinasi Lintas Instansi: Dinas Pendidikan dan BPBD di masing-masing kabupaten/kota ditugaskan untuk aktif memantau kondisi keamanan di lingkungan satuan pendidikan.
Melalui edaran ini, para Bupati dan Walikota se-Provinsi Lampung diminta segera menindaklanjuti dan menginstruksikan jajaran terkait demi memastikan keselamatan seluruh warga sekolah di wilayah masing-masing.






