Pimwil Bulog Lampung Rindo Safutra: Kami Ingin Pastikan Masyarakat Mendapat Bahan Pangan Pokok dengan Harga Terjangkau

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Lampung, Rindo Safutra.

SURYASUMATERA.COM — BANDAR LAMPUNG — Perum BULOG Kantor Wilayah Lampung terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Provinsi Lampung, melalui Dinas Ketahanan Pangan, pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Lampung, Rindo Safutra, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata BULOG dalam memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau, khususnya saat terjadi dinamika fluktuasi harga di pasar.

Stan Perum Bulog Lampung pada program Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor TVRI Lampung, Rabu (2/9) diserbu pembeli.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap pangan dengan harga terjangkau, khususnya di tengah dinamika harga yang terjadi di pasar,” ujar Rindo Safutra, Rabu, 2 September 2026.

Rindo juga menegaskan bahwa stok pangan yang dikuasai oleh Perum BULOG Lampung saat ini berada dalam kondisi aman. BULOG siap mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat maupun menjalankan penugasan stabilisasi dari pemerintah.

Melalui program Gerakan Pangan Murah yang digelar bersinergi dengan pemerintah daerah, stabilisasi pasokan dan harga pangan diharapkan dapat terwujud secara nyata serta tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Perlu diketahui, pada pelaksanaan GPM yang berlangsung di Halaman Kantor TVRI Lampung (2/9), dibuka secara resmi oleh Staff Ahli Gubernur Lampung Ir. Yayan Ruchyansah, M.Si.

Perum Bulog Lampung menyediakan beras SPHP dengan harga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram. Harga murah tersebut membuat warga rela mengantre hingga berdesak-desakan.

Minyak Kita juga menarik perhatian warga. Bulog menjual minyak goreng tersebut seharga Rp15.000 per liter.

Ratna, Warga Wayhuwi, usai belanja pada program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Halaman Kantor TVRI Lampung, Rabu, 2 September 2026.

Selisih harga yang cukup lumayan dibanding harga pasar, membuat booth Perum Bulog Lampung ramai didatangi pembeli, yang kebanyakan ibu-ibu, hingga stok yang disiapkan habis terjual.

Ratna, Salah satu warga Wayhuwi mengaku jika datang ke GPM untuk membeli kebutuhan sehari-hari berupa beras, gula, dan minyak goreng, karena selisih harganya yang menurutnya cukup jauh dibanding harga warung.

“Saya beli beras, gula, sama minyak, lumayan selisih harganya bisa sampai Rp5000,-, disini harganya Rp15.000, kalo di warung bisa sampai Rp20 ribu,” ujar Ratna, seraya menenteng belanjaannya. (Ih)

Seedbacklink