Bumdes Gading Rejo Induk Tidak Tepat Sasaran

292

PRINGSEWU — Penyertaan Anggaran Bumdes senilai Rp50 juta dirasakan tidak tepat sasaran pasalnya Bumdes yang seyogyianya bisa untuk mendaptkan keuntungan justru anggaran tersebut mangkrak dalam bentuk barang (pembuatan pavling blok).

Pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gadingrejo Induk tidak tepat sasaran dan dirasakan masyarakat.

Karena Bumdes sendiri untuk mengurangi tingkat penganguran masyarakat seyogyianya program yang ditawarkan seharusnya bisa dirasakan oleh pengelola Bumdes dan masyarakat. Memajukan masyarakat dalam pertumbuhan perekomonian di Gadingrejo Induk. Selain itu untuk mendongkrak tenaga kerja supaya tidak menggangur.

Berdasarkan salah satu laporan warga setempat yang bernisial(TS)tidak dirasakan segi pemanfaatan,karena Bumdes sendiri tidak untuk menghasilkan keuntungan.Anggaran dana desa yang diperuntukan Bumdes terasa sia-sia.

Saat dikonfirmasi ketua Bumdes Puspito di rumahnya Gadingrejo Induk,Selasa (28/05/2019) mengatakan biaya Rp 26 juta digunakan untuk membeli mobil, sedangkan sisanya 24 buat biaya kontrakan usaha Bumdes, peralatan paving blok, drum upah tenaga kerja, juga biaya operasional.

“Selama tiga tahun dari 2017-2019 tidak berproduksi karena hasil produksi barang paving blok banyak menumpuk di tempat usaha “ujarnya.

Bumdes yang terjadi di Gadingrejo Induk hanya bisa memproduksi tetapi untuk pemasaran belum tepat sasaran.

Sebagaimana laporan masyarakat setempat Bumdes sendiri menyampaikan hal tersebut.

Di tempat terpisah Kepala Pekon belum bisa di temui,karena saat ditemui dan dihubungi tidak di tempat(Samuel).

Komentar