Bandar Lampung – Panik dan cemas dirasakan Doni Wahyudi saat mengetahui anak kesayangannya sakit, Alif anak pertama Doni Wahyudi mengalami sakit demam berdarah, penyakit yang sedang banyak menyerang anak-anak di Kota Bandar Lampung saat ini. Doni merasa bersalah lantaran Alif sang anak kesayangannya, sampai harus dirawat inap di rumah sakit.
“Minggu lalu Alif tiba-tiba demam, dibadannya muncul bintik-bintik merah. Istri dan saya panik bingung harus berbuat apa saat itu. Akhirnya kami membawa alif ke rumah sakit, sesampainya di IGD, dokter yang memeriksa anak saya mengatakan bahwa Alif terkena demam berdarah dan harus di rawat inap,” tutur Doni.
Ketika membawa anaknya ke rumah sakit Doni tidak berfikir untuk membawa kartu JKN, yang ada difikirannya hanya bagaimana agar demam anaknya segera turun dan sembuh. Saat ditanya oleh pihak rumah sakit apakah punya kartu JKN, barulah Doni ingat bahwa Ia sekeluarga telah menjadi peserta program JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang didaftarkan kantor tempatnya bekerja.
“Yang di pikiran saya saat itu adalah bagaimana anak saya segera ditangani dokter, urusan bayar atau penjaminan belakangan. Perkara harus ada biaya lagi dan lain sebagainya, saya akan pikirkan setelahnya bersama istri. Yang penting anak saya lekas ditangani dan segera sembuh,” ujarnya.
2 hari dirawat Alif kondisinya membaik, dan keesokan harinya dokter mengizinkan alif untuk pulang. Setelah mengurus administrasi kepulangan anaknya, Doni kaget karena tidak dikenakan biaya sama sekali. Sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan semua biaya perawatan Alif.
“Setelah dirawat dan dinyatakan membaik kondisi anak saya, dokter membolehkan alif untuk pulang. Saya terkejut ketika petugas administrasi tidak meminta bayaran atas perawatan Alif. Semua sudah ditanggung BPJS” tutur Doni.
Lebih lanjut, Doni mengungkapkan rasa terima kasihnya dan puas atas pelayanan rumah sakit menangani sakit anaknya. Ia tak merasa kesulitan atau terkendala saat menggunakan kartu JKN untuk perawatan anaknya. Ia bersyukur sejak awal masuk IGD, perawatan hingga selesai dan boleh pulang, segala biayanya telah ditanggung Program JKN.
“Alhamdulillah, perawatan anak saya berjalan baik dan tidak ada biaya tambahan. Sejak yang awal dirawat, obat-obatan dan lain-lain terus sampai sembuh, semua tanpa keluar biaya. Atas pengalaman ini saya lega karena sudah menjadi peserta Program JKN, artinya kesehatan keluarga saya telah terjamin,” ujarnya Doni mengakhiri ceritanya. (*)






