Suryasumatera.com –LAMPUNGSELATAN — Forum Kearifan Lokal (FKL) Khudat Hadrah, yang beralamat di Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menerima bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam (PSKBS-NA)
yang merupakan direktorat di bawah Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial.
Penyaluran bantuan Riflok (Kearifan Lokal) berupa peralatan dan seragam, senilai Rp50 juta Rupiah, secara simbolis diserahkan kepada Ketua Khudat Hadrah, Batin Lekok, disaksikan Pj. Kepala Desa Canti, Muhammad Zakaria, dan seluruh anggota forum tersebut, Rabu 18 Juni 2025.

Pada kesempatan itu, Ketua Khudat Hadrah Desa Canti, Batin Lekok, mengucapkan terima kasih kepada Kemensos RI Dit PSKBS NA.
Ia juga menceritakan, bahwa kearifan lokal Khudat Hadrah adalah kesenian tradisional Lampung, yang sudah berdiri sejak 20 tahun lalu, dan merupakan warisan turun temurun, kemudian dilestarikan hingga saat ini.
Khudat Hadrah biasa tampil atau dipakai pada saat arak-arakan hajatan perkawinan, dan penyambutan tamu dari Kabupaten atau Provinsi. Untuk latihan rutin dilakukan seminggu satu kali.
“Berdiri sudah ada sejak 20 tahunan, dari orang tua dulu turun temurun hingga kami sekarang. Ini adalah adat tradisional jadi dikembangkan, dan dipakai untuk setiap hajatan perkawinan, untuk arak-arakan, dan sekarang sering diundang sama penyambutan seperti tamu-tamu dari kabupaten atau provinsi.
Untuk pelatihan seminggu satu kali. Kita sekarang bersyukur ada perhatian dari pihak pemerintah, membantu pakaian, dan alat-alat, kami dari Khudat Hadrah dan masyarakat berterima kasih dan bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Pj. Kepala Desa Canti, Muhammad Zakaria, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Sosial, juga Kemensos RI atas bantuan yang diberikan.
Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat, karena dapat memotivasi untuk menggali budaya dan bisa terus dilestarikan.
Kades juga mengatakan, bahwa Khudat Hadrah, selama ini sudah berjalan baik, bahkan sudah sering dipakai di luar Desa Canti.
“Terima kasih kepada Dinas Sosial, Juga Kemensos RI, atas bantuan yang diberikan, ini sangat bermanfaat bagi kami, karena dapat menggali budaya dan bisa terus dilestarikan.
Salah satu Tokoh masyarakat desa setempat yang hadir, A Rosyid, menyampaikan, bahwa untuk mendapatkan bantuan peralatan Khudat dan pencak silat ini tidaklah mudah, sehingga diharapkan dapat dirawat dengan baik, dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Bahwa yang namanya bantuan ini segala sesuatunya tidaklah, mudah butuh proses yang mungkin rumit, panjang, untuk mendapatkan bantuan ini, jadi harapan saya setelah mendapatkan bantuan ini, alangkah seharusnya barang yang sudah kita miliki itu betul-betul bisa dijaga dan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya,” harapnya.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan, secara simbolis, Kabid Penanganan Bencana Dinas Sosial Lampung Selatan, Siswanto.
Dalam tanggapannya, ia mengatakan, adat budaya harus kita lestarikan sebagai mitigasi khususnya di masyarakat agar tidak bergeser pada nilai-nilai dari luar, yang dapat melunturkan budaya setempat.
Adapun kebudayaan lokal ini adalah suatu kesenian yang banyak nilai religinya dan sangat mendukung masalah kebudayaan bangsa.
“Mak kham sapa lagi, mak ganta kapan lagi, Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?”.
Kita dukung juga tentunya, untuk menghindari potensi konflik sosial, dan sekarang banyak tawuran banyak yang dulu tidak ada sekarang ada, seperti tawuran, perang sarung itu kan bukan kearifan lokal, yang kita budayakan kearifan lokal yang dari sini bukan dari luar, yang bentuk kesenian dan adat dan budaya,”. tutupnya.
Sementara itu, Pendamping Kearifan Lokal Khudat Hadrah Desa Canti, Hasran Hadi, menyampaikan, Riflok ini menerima bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dit PSKBS NA, senilai Rp 50 juta dan sudah dibelanjakan untuk keperluan kegiatan kearifan lokal ini dan Alhamdulillah sudah bisa dipakai latihan bersama. Selanjutnya mereka tinggal melaksanakan pentas sudah ada alatnya.
Dalam kegiatan ini kami berharap forum dapat lebih aktif, lebih berperan serta di masyarakat dalam kegiatan kesenian Khuda Hadrah yang merupakan salah satu kesenian khas daerah Lampung, khususnya yang ada di daerah pesisir Desa canti.
Hasran juga mengucapkan terima kasih kepada Kemensos RI, Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten, dan tim yang membantu terealisasinya bantuan ini.
“Tak lupa ucapan terima kasih kami kepada menteri Sosial Republik Indonesia dari Dit PSKBS NA, juga teman-teman yang ikut membantu kegiatan ini, serta Dinas Sosial Provinsi, Kabupaten, yang juga mendukung untuk pengajuan proposal sampai hari ini, sampai kegiatan forum ini bisa terlaksana,” kata Hasran.
Hasran berharap adanya bantuan ini bisa mengurangi kegiatan negatif, dan mengurangi potensi terjadinya konflik sosial di wilayah setempat.
“Satu harus diingat, dengan adanya kegiatan forum ini pemuda-pemuda di sini sudah mulai berperan aktif dan sudah berkurang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat, seperti tawuran dan lain-lain, mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa mengurangi potensi terjadinya konflik-konflik sosial di wilayah ini,” tutup Hasran.(Ih)






