Hadis Surya : BUMN Hadir untuk Negeri Siapkan Mahasiswa Lapangan Kerja Global

274

BANDARLAMPUNG — “BUMN harus bisa berbagi. Ini merupakan program besar BUMN yang selama ini telah dijalankan dengan menghabiskan triliunan rupiah,”.

Hal itu diungkapkan oleh General Manager PT Bukit Asam Tarahan Lampung, Hadis Surya Palapa, saat hadir di acara talkshow BUMN Goes to Campus, uang diadakan di IIB Darmajaya Bandarlampung, Kamis (4/4/2019).

Hadis Surya menjelaskan, BUMN Hadir untuk negeri merupakan bagian HUT BUMN yang ke-21.

BUMN Hadir untuk Negeri memang dihadirkan untuk memberikan kontribusi kepada perguruan tinggi swasta di Lampung.

Bahkan, PT Bukit Asam selama ini juga selalu peduli terhadap lingkungan.

“Lingkungan tidak hanya alam sekitar tetapi juga manusia ataupun sember daya manusianya. Kita membuat kelas kreatif dan juga membekali masyarakat sekitar dalam enterpreneur agar dapat menciptakan pekerjaan dan penghasilan sendiri,” kata dia.

Sementara itu, Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Firmansyah mengatakan, BUMN Hadir untuk Negeri yang digelar di Gedung Alfian Husin, Lantai III, Kampus Biru itu, menghadirkan narasumber Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A. Direktur SDM dan Umum PT Bukit Asam Tbk Joko Pramono, juga menghadirkan Cindy Alvionita Bahder (Co-Founder Warunk Upnormal) dan Tri Sumono ( Manusia 4 Kuadran).

Dalam Kelas Kreatif BUMN Hadir untuk Negeri, PT Bukit Asam Tbk bersama IIB Darmajaya, lanjut Firman, digagas guna menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi era digital, terutama lapangan kerja global.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak Joko Pramono dan jajarannya bisa memberikan amanah dalam menyelenggarakan kegiatan Kelas Kreatif BUMN Hadir untuk Negeri di Darmajaya,” ucapnya.

Sebagai kampus teknologi yang juga mengembangkan pendidikan enterpreneur, kata Firmansyah, Darmajaya saat ini telah memberikan kesempatan kepada praktisi yang ada di Lampung, untuk berbagi ilmunya.

“Kemenristekdikti juga mengakui IIB Darmajaya sebagai kampus terbaik di Provinsi Lampung dalam hal inovasi. Kami berada di peringkat 34 dari 4.000 lebih perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Bahkan, kami bisa mengalahkan kampus negeri,” kata dia. (*).

Komentar