Suryasumatera.com –BANDARLAMPUNG — Pada hari kedua gelaran LOKNAS dan RATNAS Inkopdit di Lampung, fokus pada open forum, yang sudah membagi tiga kelas ada tiga kelas A, B, dan C.
Hal itu disampaikan, Sekjen Inkopdit, Yohanes De Deo Widyastoko, saat ditemui di Grand Mercure Bandar Lampung, tempat berlangsungnya acara, Jumat 27 Juni 2025.
Ia menyebut, adapun tiga kelas itu yakni yang A itu khusus untuk pengurusan pengawas, kemudian yang B itu untuk pengurus dan manajemen dan yang C ini anak-anak muda, jadi diharapkan dengan pembagian tiga kelas ini memang materinya berbeda-beda.
Jadi yang di kelas A itu memang bicara soal Peran pemerintah, bagaimana ekosistem kooperasi yang sekarang ini dan kaitannya dengan hukum dan kebijakan yang memang harus kita sikapi bersama.
Kemudian juga bagaimana kita bersinergi dengan SDG, jadi kita mencoba untuk menempatkan koperasi juga nantinya bisa menjaga keberlanjutan dari bumi ini, maka kita juga mengundang beberapa narasumber kompeten di sini yang pertama berkaitan dengan hukum dan jati diri kooperasi kita tadi mengundang Mr. Akira yang dari Jepang kemarin yang juga berbicara di open forum, itu berkaitan dengan bagaimana peluang usaha kita dengan dana yang mungkin sekarang katakanlah boleh menumpuk di koperasi-koperasi, jadi harus berkembang seperti apa ke depannya.
Pembicara kedua itu masih menempatkan Alexandra yang berasal dari ICA, juga bicara kaitan dengan ekosistem kooperasi di tingkat dunia, dan kemudian Kita di kelas A ini yang terakhir bicara soal produk dan layanan sesuai dengan kebutuhan, jadi kita juga akan bicara soal hal-hal yang prinsip, jadi bagaimana peran Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI), nantinya kita juga mengundang seorang wanita yang memang berjuang untuk keseteraan, dan aktivis di lembaga keuangan dan juga lembaga pemberdayaan masyarakat.
Mbak Isbah ini yang berasal dari Lumajang ini memang mempunyai kompetensi, dan juga kapasitas yang baik bagaimana pemberdayaan wanita dan kesetaraan itu bersinergi dengan operasi kredit yang juga dia kembangkan.

Kemudian secara khusus untuk anak-anak muda itu memang kita mengundang pembicara dari Filipina iyakni Kinan Tegar itu dari Denmark yakni Joshua, jadi kita berharap bahwa mereka bisa mengajak teman-teman muda ini dengan era digitalisasi ini menjadikan kooperasi kredit juga menarik bagi anak-anak muda, dan ini yang kami tekankan karena bagaimanapun koperasi kredit ini sudah berkiprah di Indonesia sudah 55 tahun dan lima puluh tahun pertama itu memang kita fokus pada soal keuangan, dan ke depan ini lima puluh tahun kedua seperti yang diamanatkan oleh Pendiri kita Bapak Roby Tulus, yang sekarang tinggal di Kanada itu tetap mendampingi kita terus, itu bahwa lima puluh tahun kedua kita harus mulai berpikir tidak lagi fokus pada lembaga keuangan saja, tapi bagaimana pemberdayaan dan juga pengembangan untuk sektor koperasi yang lain, dan ini yang sering disebut sebagai spin out, Karena nanti fokusnya juga kita harus pada sektor real di mana kita bisa membuat kooperasi-koperasi baru, tetapi kooperasi itu juga adalah anggotanya kooperasi-kooperasi kredit. Jadi sinergi ini yang kita akan bangun supaya ke depan kita bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik, seperti yang teman-teman bisa lihat, bahwa tema ini adalah tema yang diambil dari tema dunia,
“Tema yang diambil dari Hari Koperasi Sedunia, dunia menjadi lebih baik, dan itulah yang menjadi fokus kita bagaimana sekarang di beberapa sektor atau lini kita buat dunia ini lebih baik dengan membangun sektor keuangan, sektor lingkungan, sektornya masyarakatnya sendiri. Nah, ini yang kita sinergikan bersama dalam kapasitas itu, maka kita mencoba menggunakan Untuk tema-tema di seminar yang kita lakukan di hari kedua ini,” ujarnya

Deo menambahkan, jadi ada tiga kelas sekali lagi, tiga kelas kelas A, B, C itu memang fokusnya berbeda-beda, jadi kuncinya semua untuk menuju dunia yang lebih baik dengan kooperasi.
Teman-teman pengurus yang fokus pada ekosistem koperasi itu juga menarik karena kami juga sudah mendapat tekanan lah dari luar karena ekosistemnya dengan munculnya KMP (Koperasi Merah Putih), dan bagaimana kita menyikapi kemudian untuk anak-anak muda bagaimana mengantisipasi, bisa lihat bagaimana peserta yang keluyuran hampir tidak banyak, tapi yang fokus di Seminar itu sungguh-sungguh mereka bisa ikuti dengan baik.
Peserta Pakai Baju Adat
Pada acara hari kedua, peserta diminta untuk mengenakan pakaian adat. Deo mengatakan, hal itu untuk menunjukan keberagaman.
“Kita sudah beberapa tahun terakhir itu di hari kedua, itu selalu mengajak mereka menggunakan pakaian adat, untuk menunjukkan bahwa keberagaman itu kita satukan dengan koperasi. Nah, itulah bahwa koperasi itu sekali lagi tidak akan membedakan suku, agama, ras, dan juga generasi, sehingga benar-benar menjadi alat pemersatu di hubungan kita,” ucapnya.
Hadirkan Stand UMKM

Koperasi tidak akan terlepas dari UMKM karena pasti koperasi banyak membantu anggota untuk mengembangkan usahanya dan Pada kesempatan ini kami akan fokus juga untuk bisa membantu mereka untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan oleh anggota kita, dan nyatanya mereka juga sungguh bisa membuat apa pertemuan ini menarik
karena mereka juga menjual barang-barang hasil usaha mereka.
Jadi kebetulan itu ada beberapa koperasi yang hadir di sini, tapi koperasi itu mewadahi dari anggota-anggota yang punya usaha-usaha macam-macam, tapi mereka stand-nya atas nama koperasi yang dimana mereka menjadi anggota.
Beberapa stand dari Bunga Tanjung, kemudian Gentiaras dan Mekar Sai, kemudian ada satu yang PT Pandai. Kemarin, teman-teman pasti sudah bisa pahami dengan wawancara tersendiri dan satu lagi itu ada dari unit usahanya kantor pusat, jadi kantor pusat itu memang buka usaha juga untuk kegiatan kita, bisa mensupport beberapa kebutuhan anggota seluruh Indonesia, baik untuk kebutuhan ATK, kebutuhan seragam, dan sebagainya, karena ini juga usaha dari salah satu usaha yang kita buat di pusat.
“Untuk seleksinya melalui panitia lokal, yang berkaitan dengan usaha-usaha mereka ini mereka yang menentukan, kami sudah berkoordinasi supaya layak dan pantas yang dipamerkan pada acara ini. Kami menyediakan booth free untuk mereka,” pungkasnya.
Mengunjungi Koperasi yang ada di Lampung, dan Tempat Wisata
Deo juga menyampaikan, pada hari ketiga, diadakan juga kunjungan ke 8 koperasi, sekaligus mengunjungi tempat wisata di lokasi tersebut. Ini kan tiga hari ini, besok rencana Iya, besok itu kami akan melakukan outing mengunjungi koperasi-koperasi yang ada di Lampung.
Ada delapan koperasi yang akan kita kunjungi, yakni di wilayah barat itu ada Gentiaras, ada Mekarsari, lalu Bunga Tanjung, dan Santo Petrus, itu empat koperasi itu akan dikunjungi 12 bis, dan akan tersebar di beberapa tempat itu.
Kemudian nanti mereka akan wisata ke Bendungan Way Sekampung, dan kalau masih ada waktu itu mereka akan mengunjungi Gua Maria Padang Bulan, Dan itu lima bis ke arah utara ke arah Bandar Jaya itu ada dua koperasi dan satu di Wates, kemudian tiga di kota.
Jadi ada delapan kelompok delapan bus untuk kelompok yang kedua, dan mereka setelah acara kunjungan di Primer tersebut, mereka akan ke pantai di Grand Elty. Setelah itu kalau masih meluangkan waktunya masih ada, mereka akan mengunjungi Misonando.
Setelah itu, semua bus itu akan balik ke Bandar Lampung berkumpul di Novotel untuk melaksanakan gala dinner, dan gala dinner ini akan diisi oleh Panitia lokal untuk memimpin mereka dan menampilkan budaya lokal jadi ada dua budaya lokal yang akan kita tunjukkan, yakni satu itu nanti permainan gamolan dan yang kedua tarian Lampung dan biasanya setelah itu hiburan.
Pada sesi hiburan, biasanya juga akan dikuasai dari peserta l, karena mereka akan tampil katakanlah bisa kontingen-kontingen Kalimantan, kemudian Jawa, kemudian NTT, misalnya terus kemudian Sumatera, dan ini biasanya bisa beberapa waktu yang lumayanlah, diperkirakan berakhir pukul sepuluh.
Setelah itu kembali lagi ke Grand Mercure, dan besok pagi mereka akan melakukan check out, tapi ada sebagian yang tertinggal sekitar satu ratus lima puluh orang itu utusan, Utusan dari Puskopdit yang ada di Indonesia yang akan melakukan Rapat Anggota Tahunan Nasional (RATNAS)., dan kemudian pada kesempatan itulah memutuskan kemana tahun depan kita akan melaksanakan rapat anggota Tim Nasional. (IH)






