Masalah Keramik yang Sering Terjadi Setelah Renovasi dan Cara Menghindarinya

Renovasi lantai atau dinding keramik memang bisa langsung mengubah tampilan rumah jadi lebih rapi dan modern. Ruangan terlihat baru, bersih, dan terasa “naik kelas”. 

Tapi setelah renovasi selesai dan rumah mulai dipakai, sering muncul masalah yang membuat kesal. Seperti keramik bunyi kopong saat diinjak, nat cepat retak, sampai keramik tiba-tiba mengangkat.

Yang bikin heran, masalah ini kadang muncul padahal renovasi baru selesai beberapa bulan. Padahal banyak dari masalah tersebut sebenarnya bisa dicegah sejak awal, asal tahu penyebabnya dan menggunakan metode pemasangan yang tepat. 

Mari bahas satu per satu masalah keramik yang sering terjadi setelah renovasi, sekaligus cara menghindarinya.

Kenapa Masalah Keramik Sering Muncul Setelah Renovasi?

Ada beberapa penyebab mengapa masalah pada keramik seringkali muncul setelah renovasi, antara lain:

  • Renovasi Sering Mengejar Cepat, Tapi Lupa Persiapan

Dalam proyek renovasi, waktu hampir selalu jadi target utama. Akibatnya, tahap persiapan permukaan sering dipersingkat atau dilewati, padahal ini sangat menentukan hasil akhir.

  • Permukaan Lama Beda Karakter dengan Bangunan Baru

Renovasi biasanya dilakukan di atas permukaan lama yang sudah mengalami perubahan. Seperti retak halus, lembap, atau tidak lagi rata. Jika tidak ditangani dengan benar, keramik baru sulit menempel sempurna.

  • Keramik Makin Besar, Tapi Metode Lama Masih Dipakai

Ukuran keramik sekarang jauh lebih besar dari dulu. Sayangnya, banyak metode pemasangan masih mengandalkan cara lama yang tidak dirancang untuk keramik ukuran besar.

Keramik Bunyi “Kopong”

Jika keramik Anda berbunyi kopong, coba pahami penyebab, dampak, dan cara menghindarinya berikut ini:

  • Penyebab utama:

Perekat tidak menyebar merata, teknik trowel tidak tepat, atau keramik besar dipasang tanpa back-buttering.

  • Dampaknya kalau dibiarkan:

Keramik lebih mudah retak atau pecah karena beban tidak terdistribusi merata.

  • Cara menghindari:

Pastikan perekat menutup hampir seluruh permukaan, gunakan ukuran trowel yang sesuai, dan terapkan back-buttering untuk keramik besar.

Keramik Lepas atau Mengangkat

Mengalami masalah ini? Jika iya, berikut penyebab dan cara menghindarinya:

  • Penyebab utama:

Daya rekat tidak cukup, area basah tapi perekatnya tidak sesuai, atau tidak ada ruang ekspansi.

  • Kenapa keramik bisa “mengangkat”?

Perubahan suhu dan kelembapan membuat keramik dan substrat memuai. Tanpa sistem yang tepat, tekanan ini mendorong keramik terlepas.

  • Cara menghindari:

Gunakan perekat dengan daya lekat tinggi dan fleksibilitas yang baik, serta perhatikan nat dan ruang ekspansi.

Nat Cepat Retak/Rontok

Apabila nat cepat retak atau rontok, padahal masih baru, maka pelajari penyebab dan caranya berikut:

  • Penyebab utama:

Nat terlalu kaku, pergerakan keramik, atau aplikasi nat saat perekat belum curing sempurna.

  • Dampak yang sering terjadi:

Air mudah masuk ke bawah keramik dan memperparah risiko kopong atau lepas.

  • Cara menghindari:

Gunakan nat yang sesuai dengan area, aplikasikan setelah perekat benar-benar siap, dan jaga jarak antar keramik tetap konsisten.

Keramik Tidak Rata/“Lipping”

Masalah ini juga bisa saja terjadi dengan penyebab dan cara menghindarinya sebagai berikut:

  • Penyebab utama:

Substrat tidak rata, ukuran keramik besar tanpa leveling system, atau pemasangan terburu-buru.

  • Dampak yang muncul:

Tidak nyaman diinjak, tampilan kurang rapi, dan sudut keramik lebih mudah terkelupas.

  • Cara menghindari:

Ratakan permukaan sebelum pasang dan gunakan alat bantu leveling, terutama untuk keramik besar.

Perekat Keramik
Perekat Keramik

 

Keramik Retak Setelah Beberapa Bulan

Sementara itu, apabila keramik Anda retak, maka penyebab dan tandanya sebagai berikut:

  • Penyebab utama:

Keramik menahan tekanan berlebih akibat kopong, pergerakan struktur, atau beban berat di satu titik.

  • Area yang paling sering mengalami:

Koridor, area dapur, dan ruang dengan lalu lintas tinggi.

  • Cara menghindari:

Pastikan pemasangan solid, perekat merata, dan gunakan keramik sesuai fungsi area.

Renovasi Tile-on-Tile Gagal (Keramik Baru Tidak “Nempel”)

Masalah ini juga sering terjadi dengan penyebab dan cara menghindari sebagai berikut:

  • Penyebab utama:

Keramik lama kopong, permukaan licin dan kotor, atau perekat tidak dirancang untuk tile-on-tile.

  • Tanda-tandanya:

Keramik baru mudah bergeser, bunyi kopong muncul lebih cepat.

  • Cara menghindari:

Pastikan keramik lama kuat dan bersih, lalu gunakan perekat khusus tile-on-tile.

6 Langkah Supaya Renovasi Keramik Lebih Aman

Apabila Anda mengalami hal tersebut, maka lakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Cek keramik lama sebelum tile-on-tile
  2. Bersihkan dan persiapkan permukaan dengan benar
  3. Pilih perekat sesuai kebutuhan (ukuran keramik & area)
  4. Gunakan teknik trowel yang benar
  5. Back-buttering untuk keramik besar
  6. Ikuti waktu curing, jangan terburu-buru digunakan

Perekat yang Membantu Mengurangi Risiko Masalah Setelah Renovasi

Sebagian besar masalah keramik setelah renovasi bukan terjadi tiba-tiba, melainkan akibat keputusan yang kurang tepat di awal. Mulai dari persiapan permukaan, teknik pemasangan, hingga pemilihan perekat, semuanya saling berkaitan.

Untuk renovasi dengan keramik ukuran besar, area basah, atau aplikasi tile-on-tile, SikaCeram®-200 TA Tilefix dirancang sebagai perekat keramik premium dengan daya lekat sangat baik. 

Produk ini cocok untuk berbagai kondisi renovasi dan membantu mengurangi risiko keramik kopong, mengangkat, atau lepas jika diaplikasikan sesuai rekomendasi.

Sika telah berpengalaman selama 115 tahun dan sudah menangani banyak project nasional maupun internasional. Misalnya saja proyek Solusi Car park Flooring di Gedung BUMN Center.

Proyek lain yang berhasil diselesaikan Sika misalnya Kompleks Perumahan Mirador de los Ocobos. Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.

Untuk itu, ini adalah langkah yang tepat bagi Anda yang ingin merenovasi rumah dan melakukan pemasangan keramik. Lakukan tips tersebut dan dapatkan produk perekat keramik dari melalui Official Store Sika di Shopee. Cek juga katalog produk pada laman resmi Sika.

Seedbacklink