Media Gathering PGN Lampung, Kunjungi Pabrik Tahu Susu Lembang

287
Rahmat, (kiri) perwakilan manajemen Pabrik Tahu Susu Lembang, bersama Strategic Stakeholder Managemen PGN Lampung, Heru Prasetyo, saat berbincang-bincang kepada awak media di Pabrik Susu Lembang, Jawa Barat, Minggu (6/10).

LEMBANG — Gelaran Media Gathering bersama PGN Area Lampung, kembali melakukan kunjungan ke salah satu pelanggan dari sektor industri, yang telah menggunakan energi gas bumi  Compressed Natural Gas (CNG).

Setelah sebelumnya kunjungan ke McDonald’s, kali ini sejumlah jajaran pejabat PGN asal Lampung maupun pusat mengajak awak media dari bumi Ruwa Jurai untuk meninjau langsung, dan berbincang-bincang dengan Pak Rahmat, perwakilan manajemen Pabrik Tahu Susu Lembang, Minggu (6/10).

Strategic Stakeholder Managemen PGN Lampung, Heru Prasetyo yang turut mendampingi awak media mengatakan, Tahu Susu Lembang adalah salah satu oleh-oleh khas Lembang yang amat digemari, dan namanya cukup dikenal.

Di Bandung pemanfaatan energi gas bumi CNG dipandang lebih masih dikenal UMKM ketimbang di Lampung.

Harapannya, melalui tulisan kawan-kawan media, mampu menularkan pemanfaat CNG di kota Bandarlampung.

Sementara itu, Perwakilan Manajemen Pabrik Tahu Susu Lembang, Rahmat mengatakan, tempat usahanya tersebut telah menjadi pelanggan CNG selama tiga tahun, yang sebelumnya menggunakan gas LPG sejak 2008.

CNG pemanfaatannya dimulai sejak perebusan kacang kedelai, dari awal mendidihkan air sekitar 40 menit, setelah itu proses terakhir ke penguningan tahu.

Sales Area Head PT PGN Lampung, Mochamad Arif (kiri) memberikan cenceramata kepada perwakilan manajemen Pabrik Tahu Susu Lembang, Rahmat, saat melakukan kunjungan ke lokasi pembuatan makanan oleh-oleh khas Lembang tersebut, dalam acara media gathering PGN Lampung bersama awak media, di Pabrik Susu Lembang, Jawa Barat, Minggu (6/10).

” Ya sejak tiga tahun lalu sudah menggunakan CNG, sebelumnya pakai gas LPG, namun memang ada Ada perbaikan-perbaikan seperti lubang kompor yang biasa pake LPG kecil, dan pake CNG lebih besar” ujarnya.

Rahmat menambahkan, alasannya pindah dari Gas LPG ke CNG karena dirasa lebih hemat sekitar 10-15 persen, itu berdasarkan uji coba 1,5 tahun.

“Sewaktu pakai gas LPG biasa pakai yang kurang tabung 50 kg, Satu tabung harganya sekitar Rp600 ribu, sempet pernah naik juga sampai Rp800 ribu, tapi kalau kelamaan ada gas yang mengendap sekitar 13 kilo, dan tak bisa terpakai, kalo pake CNG kita bayar sesuai pemakaian, karena tidak ada yang mengendap” pungkasnya.

Rahmat juga mengatakan, menggunakan CNG banyak keuntungannya, selain secara finansial, dari segi kerja juga lebih praktis dan simpel.

“Pakai CNG hematnya sudah dapet, dari segi kerja pakai CNG juga lebih praktis simpel. Dulu pake LPG belum kita nyiram, harus nyelang dulu. Kalo sekarang kita tinggal pake, gak harus nyiram air atau apa, juga pematangan lebih cepat, dari segi waktu biasa sejam pakai LPG, tapi pakai CNG cuma 45 menit” tutupnya.

Perlu diketahui, usai melihat-lihat langsung proses pembuatan tahu susu Lembang, awak media mendapat kesempatan untuk mencicipi Tahu Susu Lembang.

Perwakilan PT PGN juga memberikan cenderamata kepada Perwakilan Pabrik Tahu Susu Lembang.(ih)

Komentar