Nurhayati : Program JKN Biayai Pengobatan Liver Suami

Bandar Lampung – BPJS Kesehatan selaku penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pesertanya. Kepuasan peserta selalu menjadi perhatian BPJS Kesehatan dalam rangka peningkatan mutu layanan sebagai Badan Publik. Saat ini BPJS Kesehatan banyak berinovasi untuk memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik untuk para peserta program JKN.

Telah merasakan sendiri manfaat dari program JKN, Nurhayati (53) seorang Pedagang Sayur dari Kabupaten Mesuji ini mengaku sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN beserta keluarganya. Terdaftar sebagai peserta program JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Nurhayati telah berkali-kali menggunakan program JKN untuk pengobatan ia dan anggota keluarganya. Ditemui Tim Jamkesnews di Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung, (01/03) saat mengantar suaminya berobat, ia dengan senang hati menceritakan pengalamannya berobat menggunakan program JKN.

“Saya dan keluarga sangat bersyukur ada program JKN. Berkali-kali suaminya harus dirawat di Rumah Sakit karena penyakit liver. Tidak hanya saat berobat di Rumah Sakit, untuk sakit demam atau flu juga tetap memanfaatkan kartu JKN untuk berobat di Puskesmas. Seluruh Tindakan dokter dan juga obat-obatan dijamin sepenuhunya oleh program JKN,” tutur Nurhayati sembari tersenyum puas terhadap program JKN.

Lanjut cerita Nurhayati, mengaku selama ini tidak menemui kendala saat berobat menggunakan program JKN. Menurutnya pelayanan BPJS Kesehatan maupun Rumah Sakit kepada peserta program JKN semakin baik.

“Ikuti prosedur, semua bisa dijamin program JKN. Pelayanannya baik, dan semakin baik menurut pengalaman saya. Baik ketika berobat di Puskesmas maupun sampai suami di rujuk ke Rumah Sakit Abdul Moeloek ini, tidak mengalami kesulitan ataupun dimintai biaya. Sungguh sangat membantu keluarga saya program JKN ini,” ungkap Nurhayati.

Di usia yang tidak muda lagi, Nurhayati ditemani anaknya setia mendampingi suaminya yang sedang sakit dan harus menjalani proses pengobatan yang tidak sebentar. Pernah ia bingung apakah kalau suaminya dirujuk dari Mesuji ke Rumah Sakit Abdul Moeloek tidak akan dimintai biaya. Akhirnya ia menghubungi petugas BPJS Satu! untuk mendapatkan informasi tersebut.

“Saya hanya seorang pedagang kecil, suami juga sakit sudah lama tidak bekerja. Tidak akan mampu kalau harus bayar puluhan juta untuk pengobatan suami. Sempat berkecil hati saat dokter merujuk suami ke Rumah Sakit Abdul Moeloek di Bandar Lampung ini. Karena ingin suami sembuh, saya coba bertanya kepada petugas BPJS Kesehatan yang saat itu sedang menyambangi para peserta program JKN di Rumah Sakit. Apakah biaya perawatan, obat-obatan untuk suami kalau dirujuk tetap gratis. Mendengar penjelasan petugas BPJS Kesehatan tersebut, akhirnya saya lega karena semua dijamin program JKN. Tidak perlu bayar ke Rumah Sakit,” cerita Nurhayati.

Nurhayati ketika berjumpa dengan teman-teman sesama pedagang ataupun sanak saudara, tidak lupa selalu mengingatkan untuk menjadi peserta program JKN karena manfaatnya yang luar biasa

Saat ditanya apa harapan Nurhayati terhadap program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini, ia mengungkapkan harapan besar program JKN bisa terus menjamin dan membiayai pengobatan setiap masyarakat.

“Saya dan keluarga menjadi peserta program JKN dibayarkan oleh Pemerintah Daerah iurannya. Harapannya kami yaitu hanya agar bisa terdaftar terus sebagai peserta program JKN, agar ketika sakit bisa langsung berobat tanpa harus bingung memikirkan biayanya. Program JKN sangat membantu meringankan beban masyarakat khususnya yang tidak mampu. Semoga ya semakin baik kedepannya,” kata Nurhayati (*).

Seedbacklink