Wanita Tuna Rungu di Tanggamus Punya Tiga Anak Tanpa Status

396

TANGGAMUS – Tiga Kali hamil hingga melahirkan tiga anak,wanita berinisial M (25), seorang tuna rungu dan tuna wicara, warga Pekon Banjar Negeri, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, hingga kini belum diketahui siapa ayah dari ketiga anaknya.

Peristiwa terjadi beberapa tahun silam, hingga melahirkan anak ketiganya berusia 1 tahun belum diketahui siapa ayahnya.

Kadus Pekon Banjar Negeri, Agus Salim, membenarkan peristiwa yang menimpa M(25) Binti Imron Nizam, melahirkan ketiga anaknya, belum diketahui siapa ayahnya.

“Kejadian ini juga pernah di tanggapi dan didatangi pihak kepolisian Polsek setempat, sekitar Juli 2019 lalu, namun putus ditengah jalan (tak ada kejelasan). Tanpa ada kabar status kelanjutan serta ayahnya pun sampai saat ini belum diketahui,”katanya, dilansir korel.co.id, Rabu, (9/10).

Agus Salim melanjutkan, perlu diketahui, M (25) adalah tuna wicara dan tuna rungu.

Maka itulah salah satu kendala untuk berkomunikasi guna mengetahui siapa ayah dari ketiga anaknya.

Sampai saat ini, usia anak yang pertama berusia 7 tahun, anak kedua berusia 3 tahun dan terakhir usianya 1 tahun.

“Dari ini, kami mewakili keluarga M dan selaku warga terus upaya mencari tahu status ayah ketiga anaknya. Jika nanti sudah diketahui, maka akan kita nikahkan. Dan diharapkan kepada Pemerintah Tanggamus, kiranya ada perhatian dengan masalah yang terjadi di Pekon Banjar Negeri ini,”ungkapnya.

Ditempat terpisah,ibu Titin(40) warga Pekon setempat juga mengatakan, Dulu pernah didatangi mobil perlindungan anak tapi tidak kelar, maunya langsung dibawa sekalian.

Mengenai siapa pelakunya, menurut ibu Titin, tidak mungkin pelakunya orang jauh semua, pasti ada orang dekatnya.

Sementara itu, Kapolsek Cukuh Balak Ipda Dian Afrizal saat di konfirmasi terkait penanganan peristiwa yang menimpa M mengatakan, kami bekerjasama dengan Polres Tanggamus dan P2TP2A Lamban Ratu Agung Kabupaten Tanggamus telah dua kali mendatangi M guna memintai keterangan dan telah memproses peristiwa yang menimpa wanita malang tersebut.

“Perkara telah dalam proses, perlu diketahui dalam kasus ini kami terkendala dengan kondisi saudari M yang Tuna Rungu dan Tuna Wicara dan di perlukan ahli bahasa untuk menggali keterangan dari saudari M, di karenakan saat ini sudah memiliki tiga anak kami memerlukan adanya tes DNA kepada ketiga anak tersebut”, tutupnya. (AJOI/*)

Komentar