4 bulan Buron, Paman Pencabul Keponakan, Ditangkap Polsek Gadingrejo

333

PRINGSEWU – MSN (44) warga kecamatan Gadingrejo, kabupaten Pringsewu, 4 bulan buron, pelaku tidak pidana pencabulan anak dibawah umur akhirnya berhasil ditangkap Polsek Gadingrejo.

MSN yang merupakan masih pamannya sendiri tega mencabuli keponakan berinsial ST (14). Perbuatan bejat itu ia lakukan dikediamnya orang tua korban sekitar awal Juni 2018.

Kapolsek Gadingrejo, AKP Sarwani mengatakan, penangkapan tersangka Berdasarkan Laporan Polisi tanggal 29 Juni 2018 Tentang Tindak Pidana Pencabulan anak dibawah umur.

“Setelah pelaku mengetahui korban dan keluarganya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Gadingrejo. Pelaku lebih kurang 4 Bulan melarikan diri ke Ulubelu Tanggamus dan Pekon Suoh Liwa Kabupaten Lampung Barat.
,”ungkap Sarwani mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma melalui Humas Polres Tanggamus, Jumat(16/11).

Menurut AKP Sarwani, bahwa penangkapan terhadap tersangka MSN dikediamnya sekira pukul 14. 00 Wib, Kamis (15/11) siang.

“Pelaku kita tangkap saat sudah pulang ke rumahnya selama 3 hari. Untuk pelaku saat ini sudah di amankan di Mapolsek Gadingrejo guna dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” kata dia.

AKP Sarwani menambahkan, kronologis tersangka MSN mencabuli TS sebanyak tiga kali di rumah orang tua korban pada awal bulan Juni 2018 lalu. Kemudian tanggal 22 Juni 2018 sekira pukul 18.00 wib korban bercerita kepada ayah kandung dan ibu tirinya.

“Bahkan saat korban dicabuli, tersangka mengancam membunuh, Jika korban mengatakan kejadian tersebut kepada ayah kandungnya. Setelah kejadian itu korban mengalami trauma sering melamun dan merasakan alat kelaminnya sering sakit,”ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 76 D Jo pasal 81 ayat (1) dan atau pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 76 E Jo pasal 82 ayat (1) UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang ancaman maksimal 15 tahun penjara.(Samuel)

Komentar