SURYASUMATERA, BANDARLAMPUNG –Program Selasih (Selasa Kasih), sebuah inisiatif pelayanan sosial yang digagas oleh Yayasan Xaverius Tanjungkarang.
Bertempat di Asilo Hermelink, Selasa 1 September 2026, dimulai pukul 11 siang, program makan siang gratis ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial yang merangkul masyarakat luas tanpa membeda-bedakan latar belakang.
https://youtube.com/shorts/O7On62gKwDc?si=AuCo1TnHXKjh3ZyI
Ketua Yayasan Xaverius Tanjungkarang, RD. Andreas Sutrisno, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari karya pastoral Gereja. Lebih dari sekadar membagikan piring makanan, Selasih hadir untuk menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan dan memberi kehangatan nyata bagi sesama yang membutuhkan.
“Selasih adalah salah satu program Keuskupan Tanjungkarang. Maka Yayasan Xaverius Tanjungkarang yang juga sebagai salah satu karya pastoral Gereja ikut berpartisipasi mengikuti kegiatan Keuskupan ini,” kata Romo Sutris di Asilo Hermelink, Jalan Z.A. Pagar Alam No. 18, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (1/9/2026).

Romo Sutris menjelaskan, keterlibatan Yayasan Xaverius Tanjungkarang dalam kegiatan sosial tersebut sejalan dengan semangat pendidikan karakter HK3P. Karena itu, Yayasan terus mendorong siswa untuk memahami dan menerapkan lima nilai utama, yakni Humanitas (Kemanusiaan), Kecerdasan, Kejujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan.
“Semoga dengan kepedulian ini, Xaverius pun semakin ikut terlibat dalam karya kepedulian ini sebagai bentuk pelayanan yang menjadi salah satu semangat pendidikan karakter HK3P di lingkungan Yayasan Xaverius Tanjungkarang,” ujarnya.
Selain mengajarkan nilai tersebut di lingkungan sekolah, Yayasan Xaverius Tanjungkarang juga mendorong warga sekolah untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Program Selasih menjadi salah satu ruang bagi keluarga besar Xaverius untuk mempraktikkan nilai pelayanan secara langsung.
“Maka ya, di acara Selasih ini adalah bagian kepedulian melayani untuk sesama,” kata Romo Sutris.

Lebih lanjut, Romo Sutris mengatakan Program Selasih mencerminkan ajakan Keuskupan Tanjungkarang kepada umat Katolik agar semakin aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, Gereja mendorong umat untuk tidak hanya menjalankan kehidupan keagamaan, tetapi juga menghadirkan kepedulian melalui tindakan nyata.
“Ya, sejauh yang saya pahami, yang saya tangkap dari Bapak Uskup, Selasih ini berdasarkan arahan dasar Gereja Keuskupan Tanjungkarang,” jelasnya.
Selanjutnya, Romo Sutris menjelaskan bahwa Keuskupan Tanjungkarang mengajak umat untuk berani membangun kepedulian bersama masyarakat. Karena itu, umat dapat mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat secara langsung.
“Keuskupan atau Bapak Uskup mengingatkan bahwa kita sebagai orang Katolik supaya makin berani untuk terlibat ke dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Menurut Romo Sutris, Program Selasih menunjukkan bahwa pelayanan dapat menjangkau siapa saja. Bahkan, kegiatan tersebut tidak melihat perbedaan suku, budaya, agama, maupun latar belakang sosial.
“Selasih ini adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat, kepada semua orang tanpa harus dibatasi oleh sekat suku, budaya, agama, atau yang lain,” katanya.
Dengan demikian, masyarakat dapat melihat semangat pelayanan melalui tindakan sederhana, seperti berbagi makanan dan rezeki. Selain itu, kegiatan tersebut membuka ruang perjumpaan antara umat dan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Artinya bahwa lewat Selasih ini bentuk konkret dengan berbagi rezeki terhadap masyarakat,” ujar Romo Sutris.
Sementara itu, panitia menyiapkan sekitar 400 piring makanan untuk Program Selasih kali ini. Target tersebut menunjukkan besarnya semangat penyelenggara dalam melayani masyarakat.
“Target yang kemarin disiapkan itu 400 piring, ya mudah-mudahan. Tapi saya lihat sudah ada ratusan, ya cukup banyak. Saya lihat antusias juga cukup lumayan,” kata Romo Sutris.
Selain melihat jumlah makanan yang tersedia, Andreas juga melihat antusiasme masyarakat yang datang. Karena itu, ia menilai Program Selasih mendapat respons positif dari berbagai kalangan.
Lebih jauh, Romo Sutris memastikan Yayasan Xaverius Tanjungkarang akan melanjutkan keterlibatannya dalam kegiatan sosial tersebut. Bahkan, Yayasan menargetkan untuk kembali berpartisipasi pada 2027.
“Ini salah satu dan tentu nanti di tahun depan, 2027, Yayasan Xaverius Tanjungkarang juga akan terus terlibat,” tegasnya.
Di sisi lain, Romo Sutris ingin semangat pelayanan semakin kuat dalam pendidikan karakter di lingkungan Yayasan Xaverius Tanjungkarang. Menurutnya, nilai pelayanan tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.
“Lalu yang kedua bahwa melayani, salah satu karakter melayani juga mulai kita tonjolkan,” ujarnya.
Karena itu, keterlibatan dalam kegiatan sosial seperti Selasih dapat menjadi pengalaman nyata bagi keluarga besar Xaverius. Selanjutnya, pengalaman tersebut dapat memperkuat pemahaman tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama.
Peserta Selasih Datang dari Beragam Profesi
Pada pelaksanaan Selasih kali ini, Romo Sutris melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ia memperkirakan jumlah peserta yang hadir mencapai lebih dari 300 orang.
“Ini kalau melihat, ini sekitar 200-350 lebih. Ini kan yang banyak, jadi nanti sampai siang bisa tembus lebih dari 400 piring,” katanya.
Selain pengemudi ojek online, peserta juga berasal dari berbagai profesi dan kelompok usia. Bahkan, Romo Sutris melihat pelajar dan mahasiswa turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Saya lihat tidak hanya dari Gojek, ada ragam profesi, ada anak-anak yang baru mulai kuliah dan sekolah,” ujar Romo Sutris.
Menurutnya, keberagaman peserta menunjukkan bahwa Program Selasih mampu menjangkau masyarakat secara luas. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda sosial, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.
Karena itu, Romo Sutris mengapresiasi inisiatif Keuskupan Tanjungkarang dalam menjalankan Program Selasih. Ia menilai kegiatan tersebut menghadirkan bentuk pelayanan yang sederhana, tetapi memiliki dampak sosial.
“Ya, kita sangat mengapresiasi program Bapak Uskup ini karena ini adalah salah satu bentuk pelayanan juga,” katanya.
Perlu diketahui, Program Selasih (Selasa Kasih) di Asilo Hermelink Bandar Lampung merupakan gerakan sosial kemanusiaan yang menghadirkan makan siang gratis setiap hari Selasa bagi siapa saja yang datang.
Dengan demikian, keterlibatan Yayasan Xaverius Tanjungkarang dalam Program Selasih menjadi salah satu bentuk nyata penerapan pendidikan karakter HK3P. Selain mengembangkan kecerdasan dan kedisiplinan siswa, Yayasan juga terus menumbuhkan nilai kemanusiaan dan pelayanan.
Pada akhirnya, Yayasan Xaverius Tanjungkarang ingin menjadikan nilai pelayanan sebagai bagian dari kehidupan keluarga besar Xaverius. Karena itu, keterlibatan dalam kegiatan sosial seperti Selasih akan terus mendapat perhatian sebagai bagian dari karya pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.






