Suryasumatera–BANDARLAMPUNG — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung Agus Widodo, menyampaikan jika dirinya mensupport semua kegiatan yang berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara launching Gerakan Ekonomi Membangun (Gema) di Kelurahan Bumi Waras Bandar Lampung, 9 Desember 2025.
”insya Allah kita semua akan mensupport semua kegiatan-kegiatan yang berdampak pada ekonomi keluarga-keluarga kita, mudah-mudahan semua Allah berikan kesehatan secara ekonomi, kesehatan secara finansial, kemandirian usaha, di keluarga dan rumah tangga kita semua amiin ya robbal alamin, jazakallah,” ujar Agus Widodo.
Ia juga mengapresiasi semua pengurus yang sudah menginisiasi gerakan gema di Bumi Waras.
Gema merupakan program pemberdayaan ekonomi yang bekerja sama dengan KSPPS Kuntum Bunga.
Kolaborasi ini dirancang untuk membangun kemandirian usaha dan ekonomi keluarga kader maupun masyarakat, agar dapat berdiri di atas kaki sendiri dan berdiri di atas uang sendiri melalui penguatan kapasitas usaha dan akses pembiayaan syariah.
Ia menyampaikan:
“Gerakan Ekonomi Mandiri ini merupakan turunan langsung dari kebijakan PKS pusat, dan saya mengapresiasi PKS Kota Bandar Lampung karena telah merealisasikannya secara nyata.”
Beliau melanjutkan dengan menekankan bahwa setiap program PKS harus berpihak kepada masyarakat:
“Semua program yang kita buat harus benar-benar untuk kepentingan masyarakat, memberikan manfaat langsung, dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga serta pelaku usaha kecil.”
Ketua DPD PKS Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, menjelaskan bahwa GEMA bertujuan membentuk karakter ekonomi yang kuat dan mandiri. Ia menyebut terdapat tiga karakter utama yang ingin dibangun melalui gerakan ini, yaitu:
1. Tangan di atas – membangun mental memberi, bukan hanya menerima.
2. Tanggung jawab – menumbuhkan kedisiplinan dan komitmen dalam menjalankan usaha.
3. Jujur – menjadikan integritas sebagai fondasi keberkahan dan keberlanjutan ekonomi.
“Gerakan ini merupakan langkah nyata agar masyarakat bisa memiliki kemandirian ekonomi—berdiri di atas kaki sendiri dan berdiri di atas uang sendiri,” ujar Agus Widodo.






