Berawal Dari Medsos, 2 Gadis Remaja Asal Pagelaran Menjadi Korban Human Trafficking Di Ambon

78

PRINGSEWU – Berawal berkenalan di sosial media atau Medsos berujung pada nasib malang yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, itulah yang dialami dua gadis remaja asal Pagelaran Kabupaten Pringsewu yang menjadi korban Human Trafficking (perdagangan manusia) di Ambon menjadi tukang pijat plus-plus.

Kedua gadis remaja yang baru berusia 18 Tahun dan 16 Tahun tersebut tergiur karena di iming-iming dan dijanjikan bekerja di Batam dengan gajih sebesar Rp 6.000.000 (Enam Juta Rupiah) perbulannya.

” Kedua gadis tersebut dijual dengan perantara warga pekon sukoharjo RD dan GM warga Pringsewu awal mula nya mereka berkenalan melalui sosial dan dijanjikan akan bekerja di Batam dengan iming-iming gajih sebesar Rp 6.000.000 (Enam Juta Rupiah) perbulanya” Ungkap Siwi lestari Advokasi Hukum LPA Pringsewu saat ditemui media ini Minggu 22/03/20

Lebih lanjut Siwi menjelaskan “Kedua korban merupakan warga Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu, informasi kita dapatkan dari kerja sama dan komunikasi UPTD Jawa Timur yang menangani Human Trafficking di bandara Adi Sucipto Surabaya, dan kedua korban kini sudah kami antarkan pulang kerumahnya masing-masing dan kami serahkan langsung kepada orang tuanya” Tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan kedua korban belum bisa ditemui untuk dimintai keterangan dikarenakan masih dalam keadaan trauma. (Bal)

Komentar