SURYASUMATERA.COM — Berawal dari teman dekat, lalu percaya diajak main arisan, dengan keuntungan yang lumayan, ikut Rp5 juta, sebulan kemudian kembali Rp6 juta.
Awalnya sekali dua kali lancar, uang arisan makin besar, mulai nambah ada investasinya juga, tapi lama-lama pemegang arisan sudah mulai sulit dihubungi.
Anggota arisan makin gelisah karena WhatsApp nya Ceklist satu, didatangi ke rumahnya di Wates Pesawaran tidak ada. Akhirnya mereka mengadukan nasibnya ke Kepolisian.
Total kerugian mencapai Rp5 Milyar, yang berasal dari puluhan anggota arisan, dan investasi ilegal.
Dinar Ayu Bela, warga Bandar Lampung salah satu korban yang kerugiannya mencapai Rp65 juta menceritakan kronologinya, kenal dari teman Deket, dari tahun 2023, kebetulan rumahnya tidak jauh dengan pemegang arisan.
“Awalnya ikut arisan Rp5 juta, terus naik- sampai 65 juta. Misalkan kita narok 5 juta terus sebulan kemudian dapet 6 juta, dan saya sudah pernah dapet beberapa kali. Saya sudah dua tahun lebih ikut dia, dari mulai arisan, terus kan ada investasi emas juga,” ujarnya menceritakan, di Polda Lampung, Senin, 20 Juli 2026.
Dinar menambahkan, seharusnya ia sudah mendapat uang yang dijanjikan bulan ini, namun dijanjikan akan dibayar antara bulan depan (antara Agustus sampai September). Namun dirinya mulai curiga karena sejak Sabtu kemarin, nomornya sudah tidak aktif, dan WhatsApp nya centang satu.
Kecurigaan semakin bertambah, dengan adanya informasi dari grup WhatsApp para peserta arisan, yang mengabarkan bahwa Leka (sapaan akrab pemegang arisan, warga Wates, Way Ratai, Pesawaran) sudah pergi dari dirumahnya, dan dicari informasi ke teman kerjanya, mengatakan jika pelaku dugaan penipuan berkedok investasi itu tengah cuti selama tiga hari.
Untuk korban bukan hanya warga Lampung saja, tetapi ada juga di luar daerah.
“Taunya dibohongi karena sudah jatuh tempo, dia janji mau Agustus sampai September mau dibayar, tapi besoknya lagi aku chat sudah gak aktif wa nya. Terus di grup banyak yang bilang orangnya sudah pada kabur. Korban mencapai 68 yang terdata, bisa bertambah karena yang online belum. Saya sudah kerumahnya, tapi kata orang tuanya ya gitu leka nya enggak ada. Anaknya ada yang kecil. Ke kantornya belum, tapi katanya cuti tiga hari, wa nya sudah hilang dari Sabtu. Korbannya ada yang di Padang, Bengkulu, kan online. Saya gak nyangka juga, karena kan kawan Deket, Awalnya lancar, amanah. Korbannya ada yang dari Bengkulu, dari Padang, Kalimantan, kan ikut gabungnya online,” ucap Dinar.
Nisa, yang juga korban penipuan tersebut dengan nilai kerugian hingga Rp65 juta, ikut hadir di Polda Lampung, mengaku tak menyangka akan tertipu oleh pelaku yang sudah ia kenal sejak SMA memang sering memegang arisan, dan dinilai amanah.
Ia mengatakan, ikut arisan dengan temannya itu yang kini banyak dicari orang, sejak SMA sekitar tahun 2019, kemudian berhenti, lalu pada sekitar bulan Januari ini, mulai bergabung kembali, dan sudah pernah merasakan keuntungan sekitar 10 hingga 11 kali.
Sistemnya arisan, seperti jika ingin mendapat di awal setoran lebih besar, dan yang akhir lebih kecil.
“Emang dia (Leka) dari SMA suka megang arisan, dulu saya sempat ikut, terus berhenti, mulai gabung lagi di bulan Desember Januari ini. Udah lama sih ikut, emang awalnya amanah. Awalnya arisan, jadi arisan menurun gitu tipenya, jadi kalo misalnya dapat awal dia setorannya lebih besar, kalo yang dapet akhir dia setorannya lebih kecil. Nah dari situ orang udah pada percaya, makanya sampai menyentuh 5 Milyar, karena memang udah percaya, karena memang udah lama, dari dia lulus sekolah,” kata Nisa menceritakan.(Ih)






