Bocor Anggaran Pemkab Pringsewu, Inspektur : Dalami dan Pengumpulan bukti

178

PRINGSEWU — Inspektorat Pringsewu terus dalami kasus kebocoran anggaran di Pemerintah Kabupaten Pringsewu terkait double Cos pegawai honorer SK Cleaning service dan Pengawal Pribadi ( Walpri ).

Inspektur Pringsewu saat dikonfirmasi oleh awak media tentang kelanjutan proses penanganan terkait kebocoran anggaran, Endang Budiati mengatakan, saat ini masih dalam proses pendalaman dan pengumpulan bukti bukti .

“Masih terus berlanjut prosesnya, saat ini masih dilakukan pendalaman dan pengumpulan bukti bukti , ” Tegas Inspektur berpawakan cantik saat dihubungi lewat telephone selulernya , Kamis ( 15/11/18).

Dari pemberitaan sebelumnya, terkait pemeriksaan oleh Inspektorat Pringsewu terus gencar dilakukan pada para tenaga honorer pengawal pribadi (walpri) Bupati dan wakil Bupati Pringsewu terkait double gaji, SK ganda selain sebagai walpri, honorer supir, cleaning service dikantor bupati dan honorer Pol PP Pemerintah kabupaten Pringsewu.

Persoalan yang sudah berjalan selama enam tahun ini di Sekretariat Pemkab Pringsewu, sebanyak 23 orang tenaga honorer yang setiap bulan mereka menerima honor gaji sebesar Rp1,8 juta perorang, sehingga yang diakibatkan kejadian diduga ada kebocoran anggaran mencapai Rp2,980 Miliar.

Sejumlah 23 orang honorer walpri ini ada yang berganti – ganti setiap tahun namun juga yang menetap selama lima tahun menjalani SK double tersebut, namun diduga ada oknum yang bermain dalam kasus ini karena beberapa tenaga honorer tidak pernah menerima gaji walpri tersebut alias namanya cuma dicatut.

Irban 2 Inspektorat Pringsewu pada jum’at 28-09-2018 kemarin diruangan kerjanya belum bisa menjelaskan sejauh mana pemeriksaan yang sudah dilakukan pihaknya, namun dia mengakui memang benar pemeriksaan pada para honorer ini sedang berjalan, proses tahapan pemeriksaan masih mengikuti mekanisme yang berlaku.

Menurut Yanuar juga ada sejumlah 60orang lebih tenaga honorer yang diperiksa terkait kasus kebocoran anggaran ini, pemeriksaan sudah berjalan beberapa kali namun ketika ditanya hasil pemeriksaan sementara Yanuar mengaku belum berani menyampaikan masih menunggu arahan pimpinan terlebih dahulu.

“Kami belum bisa menyimpulkan hasil pemeriksaan karena masih menunggu arahan pimpinan dahulu, namun pemeriksaan masih terus berlanjut,” kata dia.

Sementara beberapa tenaga honorer yang enggan menyebutkan namanya mengaku benar sudah dua kali diperiksa inspektorat pringsewu sebetulnya mereka merasa dirugikan dengan kasus ini karena tidak tahu dengan masalah namun kebawa persoalan begini.

“Kami dirugikan dengan kasus ini karena kami tidak tahu dengan masalahnya namun kami kebawa persoalan begini,” katanya.(Samuel danTIM).

Komentar