Kejari Pringsewu Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa Di 3 Pekon

275

PRINGSEWU — Menindak lanjuti keluhan warga masyarakat terkait lambannya proses penanganan dugaan korupsi DD dan ADP 2017 ditiga pekon di Kabupaten Pringsewu, yakni Pekon Sinar Mulya Kecamatan Banyumas, Pekon Sukoharjo 4 Kecamatan Sukoharjo, Pekon Sukaratu Kecamatan Pagelaran, Kasi Inteljen Kejaksaan Negeri Pringsewu, Bayu Wibiyanto, mengatakan bahwa tim terus melakukan penyelidikan untuk melakukan pengumpulan bukti-bukti.

“Saat ini Tim Pidsus masih terus melakukan penyelidikan untuk pengumpulan alat bukti dugaan korupsi pekon sinar mulya, Sukaratu dan Sukoharjo 4” Ucap Kasi Intelijen Kejari Pringsewu yang ramah, saat dikonfirmasi aeak media via pesan whats app, Kamis (15/11/18).

Bayu menjelaskan, ketiga pekon tersebut prosesnya terus berjalan sesuai dengan tahapan dan mekanisme.

Dalam tahapan penanganan, saat ini kami tetap terbuka terhadap masyarakat yang mempunyai keterangan, terkait dengan kasus yang sedang ditangani, masyarakat untuk membantu memberikan informasi.

Namun, tetap melalui mekanisme sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Disinggung terkait lambannya proses penanganan ketiga pekon tersebut Bayu menjelaskan bahwa penanganan ketiga pekon tersebut sudah dilakukan semaksimal dan secepat mungkin, dan kami selalu berusaha untuk menangani dalam setiap tahapan dengan sebaik baiknya.

“Saya berharap kepada warga masyarakat bersabar karena tim telah berusaha maksimal” Harapnya.

Sementara itu, sebelumnya di waktu yang sama, karena tak kunjung ada kejelasan, seorang tokoh masyarakat berinisal(MD) Pekon Sinar Mulya mengatakan kepada awak media, perihal proses penanganan dugaan korupsi dipekonnya terkesan jalan ditempat.

“Prosesnya jalan ditempat, padahal dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi unsur-unsur perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana, memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,” Tegasnya, saat dihubungi lewat telephone selulernya.

Seharusnya, Kejaksaan Negeri Pringsewu terus melakukan proses penanganan, jangan terkesan jalan ditempat, karena proses penyelidikan ketiganya terbilang lama dan jangan tebang pilih agar memberikan efek jera, agar ketiga pekon tersebut sebagai contoh agar tidak bermain main dengan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Pekon (ADP), imbunya.(Samuel).

Komentar