Bupati Adipati: Mak Lampir, dan Densus 8485, Siap Jaga Waykanan Bebas BABS

108

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Kabupaten Waykanan terus menjaga komitmennya mengajak masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat, salah satunya ialah memerangi Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Waykanan Raden Adipati Surya, saat menghadiri konferensi pers di Sekretariat Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV), Way Halim Bandarlampung, Jumat (11/10/2019).

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, bertemu dan berdiskusi dengan peserta Fieldtrip Jurnalistik yang diselenggarakan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS).

Dalam kesempatan itu, selain jurnalis, pertemuan juga dihadiri Direktur Eksekutif YKWS, Febrilia Ekawati, dan Wash Advisor SNV Indonesia, Bambang Pudjiatmoko.

Bupati menyampaikan, kesuksesan dari daerah yang dipimpinnya itu sampai akhirnya dapat mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF), atau 100 persen bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS) semua berkat dukungan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal dan seluruh masyarakat.

Selain itu juga Pemkab Waykanan menggandeng organisasi-organisasi kepemudaan untuk menjaga wilayahnya agar terus terbebas dari BABS.
Salah satu yang sudah dilakukan ialah membentuk tim yang langsung turun dimasyarakat.

“Kami punya Densus 8485, ada Mak Lampir yang dari pagi hingga sore berkeliling kebantaran sungai untuk menjaga agar warga tidak BAB disungai, kemudian, kepala desa, puskesmas dan semua instansi punya tim sanitasi untuk menjaga komitmen kami terbebas dari BABS”ujarnya.

Ia menjelaskan, persoalan sanitasi menjadi sangat penting, karena tidak hanya berkaitan dengan BAB yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, namun lebih dari itu bagaimana merubah perilaku buruk masyarakat yang terbiasa BABS.

Untuk menciptakan wilayah Waykanan bebas dari BABS bukan hanya karena ketidakmampuan warga untuk membuat jamban, namun kebiasaan juga menjadi salah satu faktor warga melakukan hal tersebut.

BACA JUGA:  Savero, Siswa SMP Xaverius 1 Wakili Lampung di Ajang IJSO Qatar

“Jadi bukan mereka tak punya uang buat jamban bagus, tapi karena sudah terbiasa, dan ketidaktahuan warga bahwa BABS itu tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi banyak orang yang terkena imbasnya” imbuhnya.

Ia menambahkan, oleh sebab itu Pemkab Waykanan terus berkoordinasi dengan kepala desa atau lintas instansi untuk membantu menjelaskannya kepada warga, sehingga kebiasaan babs bisa hilang.

Terkait anggaran untuk pembuatan sanitasi bagi warga yang kurang mampu, Pemkab Waykanan bakal menganggarkan dari APBD, dan Anggaran Dana Desa.

Selain itu juga, perusahaan yang ada di wilayah Waykanan diminta untuk mengeluarkan CSR yang berhubungan dengan sanitasi.

Perlu diketahui, Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya, beberapa waktu lalu melaksanakan deklarasi ODF sebagai daerah yang telah 100 persen stop atau bebas BABS. Deklarasi dilakukan di hadapan Menteri Kesehatan RI, Nilla F Moeloek.(ih)

Komentar