Cegah Radikalisme, KemenPPA Bersama Dinas PPPA Lampung, Gelar Sosialisasi

300

BANDARLAMPUNG — Perempuan dan anak-anak banyak yang menjadi korban paham radikalisme dengan ajaran yang salah, hingga terjadi penyimpangan.

Guna mencegah munculnya radikalisme dimasyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, (KemenPPPA RI) bersama Dinas Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPP), menggelar sosialisasi anti Radikalisme bagi lembaga masyarakat. Kegiatan berlangsung di ruang Premiere Lounge Novotel Lampung, Kamis (29/8/2019).

Kegiatan sosialisasi melibatkan 50 peserta dari puluhan lembaga masyarakat di Lampung, dan mengundang narasumber dari Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjend Pol. Hamli.

Kementerian PPPA RI melalui Asisten Deputi Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan, Maydian Werdiastuti, menyampaikan pentingnya lembaga masyarakat saling bertemu untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi mencegah paham radikalisme yang menyusup ke masyarakat.

Kepala Dinas PPPA, Dra. Bayana, juga menyatakan bahwa paham radikalisme membawa ancaman yang besar jika dibiarkan, dan ini tidak hanya merugikan bangsa secara luas, tapi juga merugikan perempuan dan anak di lingkup terkecilnya.

Kita perlu membangun sistem deteksi dini akan munculnya paham radikal. Pemerintah dan lembaga masyarakat perlu bergandengan tangan untuk tidak hanya mengatasi masalah yang muncul, tapi harus memberi porsi lebih pada upaya pencegahan.

Sementara itu, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjend Pol. Hamli, dalam pemaparannya menyampaikan, bahayanya paham radikalisme dimasyarakat hingga saat ini masih banyak ditemukan.

Oleh sebab itu, pencegahan radikalisme sangat penting dilakukan, dengan cara memberikan pengetahuan.

Mulai dari usia dini, dan utamanaya adalah keluarga, karena keluarga penopang pertama, dengan memberikan imun yang kuat tentang informasi yang benar, selanjutnya di dunia pendidikan, juga harus terus diberikan pemahaman terkait radikalisme.

“Kepada masyarakat jika ada suatu perkumpulan mencurigakan, atau sudah menyimpang dari ajaran agama, mulai mengkafir-kafirkan, harap lapor ke pihak lembaga terkait. Ini harus sama-sama kita cegah dan dibantu masyarakat. Kalau hanya mengandalkan pemerintah itu sulit dilakukan”ujarnya.(*)

Komentar