Dini Maharani Mahasiswi Asal Lampung Harumkan Nama Indonesia di Malaysia

Dini Maharani saat menerima gelar juara dalam ajang bergengsi “Milo International Open Karate Championship 2025”, yang berlangsung di Titiwangsa Indoor Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19–22 Juni 2025.
Dini Maharani saat menerima gelar juara dalam ajang bergengsi “Milo International Open Karate Championship 2025”, yang berlangsung di Titiwangsa Indoor Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19–22 Juni 2025.

Suryasumatera.com –BANDARLAMPUNG — Mahasiswi Asal Provinsi Lampung meraih prestasi di kancah Internasional.

Bukan hanya membuat bangga Masyarakat Lampung, tetapi juga membawa harum nama Indonesia.

Dia adalah Dini Maharani, mahasiswi Semester enam Program Studi S1 Farmasi Universitas Malahayati.

Alumni SMKN 7 Bandar Lampung itu, berhasil meraih medali perunggu (Bronze Medal) pada Kategori Female Individual Kata Senior, mengungguli sejumlah pesaing dari berbagai negara Asia, dalam ajang bergengsi “Milo International Open Karate Championship 2025”, yang berlangsung di Titiwangsa Indoor Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19–22 Juni 2025.

Untuk bisa berangkat bertanding ke ajang tersebut, sebelumnya ia telah mengikuti seleksi di kejuaraan Okada pada Februari lalu.

Total ada delapan atlet dari Lampung yang terpilih untuk berangkat ke Malaysia, dan salah satunya adalah Dini Maharani.

Gadis kelahiran 2 Januari 2002, menceritakan, kesukaannya terhadap olahraga karate dimulai sejak berusia 7 tahun di Kushin Ryu M Karate-do Indonesia.

Hingga hari ini kecintaannya terhadap bela diri itu terus dibuktikan dengan tetap berlatih, dan mengikuti banyak kejuaraan.

Dari seni bela diri itu, yang paling ia sukai adalah “Kata Papuren” yakni salah satu cabang dari Karate.

Dikutip dari Wikipedia, pertandingan kata adalah kompetisi di mana atlet memperagakan kata yang telah ditentukan, dan dinilai oleh juri berdasarkan kriteria tertentu.

Teknik: Keakuratan gerakan, postur tubuh, dan formasi yang benar.
Kekuatan dan Kecepatan: Kekuatan tendangan dan pukulan, serta kecepatan gerakan.
Ekspresi: Penghayatan dan ekspresi gerakan yang menggambarkan pertempuran.
Keseimbangan: Kemampuan menjaga keseimbangan dan postur tubuh selama gerakan.
Ketepatan dan kesesuaian gerakan dengan kata yang diperagakan. 

Putri pertama dari pasangan Ariansyah dan Ernani itu, bukan kali pertama meraih prestasi juara.

Sebelumnya ia juga telah banyak mengantongi gelar juara pada ajang-ajang kejuaraan karate lainnya.

Berikut data prestasi yang berhasil diraihnya pada olahraga seni bela diri karate cabang Kata Papuren di berbagai kejuaraan :

-Medali Emas Kata Perorangan Putri O2SN Provinsi 2018

-Medali Emas Kumite Putri O2SN Provinsi 2018

-Medali Emas Kata Perorangan Senior Putri Kejuaraan L.A CUP Se Provinsi Lampung 2025

-Medali Emas Kata Beregu Senior Putri Piala Ketua Umum Forki Sumatera Selatan 2024.

-Medali Perunggu Kata Perorangan Senior Putri Piala Ketua Umum Forki Sumatera Selatan 2024.

-Medali Perunggu Kata Perorangan Senior Puti Kejuaraan Internasional Karate Universitas Gajah Mada,Yogyakarta 2025.

-Medali Perunggu Kumite Senior -55kg Senior Putri Kejuaraan Internasional Universitas Gajah Mada,Yogyakarta 2025.

-Medali Perunggu Kata Perorangan Senior Putri Kejuaraan Milo Open Internasional, Kuala Lumpur, Malaysia 2025.

-Medali Perak Kata Perorangan Putri Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi 2025.

Dini menceritakan, diraihnya prestasi pada ajang internasional tersebut, gerakan yang menurutnya kurang pas saat kemarin tampil itu mungkin lebih ke power.

“lebih ke power kalau untuk bentuk rata-rata di kelas senior mungkin sudah berpengalaman, ya udah dapat bentuk cuma mungkin di sana lebih ke penekanan power aja sih, karena ada yang lebih memang ada yang bagus-bagus di situ,” ujar dia didampingi sang pelatih, Pajri S.E, saat ditemui, Selasa 22 Juli 2025.

Dini Maharani (tengah) didampingi ayahnya (Ariansyah) (kiri), dan Pelatihnya (Pajri S.E).
Dini Maharani (tengah) didampingi ayahnya (Ariansyah) (kiri), dan Pelatihnya (Pajri S.E).

Ia menambahkan, kalau “Kata” itu memang lebih ke power, memang rata-rata setiap orang beda untuk daya ledak pukulan.

Kalau untuknya, mungkin juri menilai mempunyai power daya ledak pukulan di ujung, dan itu menurutnya sudah maksimal.

Dini menambahkan, untuk menjadi atlet karate, yang harus dimiliki adalah mental. Kalau fisik teknik itu lebih ke nomor dua, tiga, tapi yang utama mental, karena jika tidak ada mental ya fisik dan teknik, tidak bakal keluar saat pertandingan, dalam artian berani dan percaya diri. 

Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Kejurnas POMNAS (Kejuaraan Nasional Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional), sebuah ajang kompetisi olahraga mahasiswa yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Tahun 2025, POMNAS akan diselenggarakan di Jawa Tengah pada bulan November.

Kepada sesama atlet senior sebayanya, Dini berpesan agar tidak bosan untuk terus berlatih, sehingga bisa terus meraih prestasi.

“Untuk teman-teman mungkin yang seumuran saya, kan misalkan udah masuk kelas senior, apalagi mahasiswa, ya udah males-malesan gitu mungkin lebih ngajak jangan pernah bosen, untuk latihan ikuti apa nasihat dari pelatih,” tutupnya.

Sementara itu, Ariansyah, ayah dari Dini Maharani, saat ditemui mengatakan dukungannya kepada prestasi putrinya tersebut.

“Kalau dari orang tua tetap mensupport agar Dini lebih giat lagi berlatih, untuk event-event berikutnya, yang pasti jaga kuliahnya, belajarnya jangan sampai ketinggalan juga, harus seimbang dengan kegiatan di Karatenya. Saya sebagai orang tua tetap support sampai kemana anak maunya ikut kejuaraan-kejuaraan,” kata Ayah Dini Maharani. (Ih)

Seedbacklink