Jadi Peserta Upacara di Tengah Laut, Member MSS Chapter Lampung: Kami Bangga Sekali

Member Muslimah Swimming Squad (MSS) Chapter Lampung, Ernita, S.Sos., M.M.,
Member Muslimah Swimming Squad (MSS) Chapter Lampung, Ernita, S.Sos., M.M.,

Suryasumatera.com — PESAWARAN – Ernita, salah satu member Komunitas Muslimah Swimming Squad (MSS) Chapter Lampung, yang ikut dalam pelaksanaan upacara bendera di atas permukaan laut Mutun, merasa bangga bisa terlibat pada momen bersejarah itu.

Kebanggaanya itu bukan tanpa alasan, melainkan ia bersama puluhan perempuan dari komunitas Muslimah Swimming Squad (MSS) Chapter Lampung bisa terlibat langsung sebagai pelaku sejarah, pada kegiatan yang membawa Provinsi Lampung mendapat dua penghargaan sekaligus dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Pada pelaksanaan “Berenang Merdeka 2025” dua rekor telah dicatatkan di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yakni Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tercatat sebagai Gubernur Pertama di Dunia, yang menjadi Inspektur Upacara di atas permukaan laut, kemudian satu lagi yaitu peristiwa Upacara Bendera Merah Putih di Permukaan Laut oleh Perenang Terbanyak.

“Jadi saya tadi dari pinggir sini, bibir Pantai Mutun, sampai ke tengah laut karena posisi pengibaran bendera di titik nol antara Pulau Tangkil dan Pulau Mutun. Kami berenang sampai tengah laut, sampai ke tiang bendera, kemudian kembali lagi sambil mendorong bendera merah putih yang dikibarkan di tengah laut tadi. Ini jadi pengalaman berkesan saya sepanjang hidup,” ungkap Ernita penuh semangat.

Acara yang digagas oleh Komunitas Perenang Antar Pulau Lampung (KPAPL) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung ini menjadi simbol semangat kemerdekaan dalam balutan kebersamaan dan kecintaan terhadap laut Nusantara.

Ia mengaku awalnya ragu. Pasalnya, ia dan banyak anggota MSS Lampung terbiasa berenang di kolam, bukan di laut terbuka.

“Kami biasanya berenang di kolam, tadinya ragu apakah bisa kami berenang antar pulau, mengikuti upacara sampai tengah laut, ternyata bisa,” ujarnya bangga.

Tak hanya itu, Ernita dan timnya pun mendapat tugas mulia setelah upacara. Mereka harus membawa kembali bendera raksasa setinggi 9 meter yang didesain mengapung dengan menggunakan paralon, dari tengah laut ke pinggir pantai Mutun.

“Kami merasa bangga sekali. Usai upacara, saya dan tim bertugas membawa kembali bendera besar itu ke pantai. Itu bukan hal mudah, tapi justru di situlah letak kebersamaannya. Sepanjang hidup saya, ini yang paling berkesan,” kata Ernita dengan mata berbinar.

Menurutnya, MSS Chapter Lampung sendiri saat ini memiliki total 411 anggota, terdiri dari 208 calon anggota yang belum pernah latihan renang, dan 203 anggota yang sudah pernah mengikuti pelatihan minimal satu kali.

“Kami dari komunitas MSS Lampung ikut memeriahkan acara ini, dengan 30 orang member. Kami bahagia sekali, karena ini bukan hanya sekadar renang, tapi juga memperkenalkan laut Lampung yang begitu bersih dan indah kepada publik,” tutup Ernita di lokasi acara.

Perlu diketahui, berenang merdeka 2025 diikuti lebih dari 500 perenang, yang terdiri dari berbagai komunitas.

Seedbacklink