Jelang Nataru, PT KAI Divre IV Cek Kesiapan Prasarana, dan Jaga Kehandalan

204

WAYKANAN — Guna memperlancar jalannya kereta api, khususnya menjelang libur natal dan tahun baru, sejumlah pejabat PT KAI bersama para personilnya yang siaga bertugas mengamankan perjalanan kereta api, bersama-sama berjalan kaki menyusuri jalur rel rawan bencana, Sabtu (8/12).

Adapun wilayah yang dilakukan pengecekan ialah Giham Blambangan Umbu, Waykanan hingga Gilas-Martapura, Ogan Komering Ulu.

Didampingi Manager Humas, Sapto Hartoyo, Deputi Kepala PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Tamsil Nurhamedi, mengatakan, Penelusuran ini dilakukan untuk memastikan kehandalan prasarana kereta api.

Dari aspek prasarana di Divre IV, terdapat sebanyak 3 titik daerah rawan bencana alam.

Daerah-daerah rawan tersebut antara lain 1 titik rawan longsor di Km 167+400 s.d 168-800 antara way tuba-negeri Agung, 2 Titik rawan amblas di Km 208+700/800 antara Gilas-Martapura dan Km 212-800 900 antara Gilas-Spancar.

“Untuk mengatasi jika terjadi bencana, maka Divre IV telah menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) antara lain, berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambal rel, dan keperluan lainnya di titik-titik yang telah ditentukan” ujarnya.

Tamsil menerangkan, menghadapi musim penghujan pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, Divre IV menyiagakan petugas sebanyak 804 personil di lintas Tarahan-Tanjung Rambang, dengan perincian 724 personil posko di daerah rawan, ditambah 30 personil Petugas Penilik Jalan (PPJ) ekstra, dan 28 personil Penjaga Jalan Lintas (PJL) ekstra, untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau Peristiwa Luar Biasa (PLH) yang menghambat perjalanan kereta api.

Meskipun jumlah PJL ditingkatkan PT KAI dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna Jalan, untuk tetap mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang.

Berdasarkan undang-undang no.23 tahun 2007 tentang perkeretaapian dan UU no.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) menyebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan Jalan raya.

Data menunjukkan, dari tahun ke tahun, terdapat tren kenaikan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang.

Pada 2016 terjadi kecelakaan, 2017 tercatat 44 kecelakaan, dan per-30 November 2018 telah terjadi 39 kecelakaan.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang, diperlukan dengan seluruh pihak untuk mewujudkan keselamatan bersama. (*)

Komentar