Kabid Ketahanan Pangan Lampung, Hafid : Ada Sayuran Rusak Di Jual

BANDARLAMPUNG — Saat Dinas Ketahanan Pangan melakukan sidak ke beberapa swalayan di Bandarlampung, ditemukan sayuran busuk/rusak atau tidak layak jual, namun masih dipajang.

“Hasil sidak di beberapa produk makanan segar sayuran yang dipajang di salah satu swalayan, masih ditemukan produk sayuran yang kondisinya sudah busuk atau rusak sehingga tidak layak jual, namun masih dipajang” kata Kepala Bidang Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Oktovia Hafid, saat ditemui di lokasi sidak, Chandra Super Store Tanjung Karang, Kamis (16/5/2019).

Hafid (sapaan akrab Kabid Keamanan Pangan)menjelaskan, dari temuan itu, tim sidak kemudian memanggil pihak penanggung jawab swalayan agar segera menarik produk yang rusak atau busuk tersebut, dan meminta untuk tidak memajangnya kembali.

Bagi swalayan yang masih ditemui pelanggaran seperti kemasan rusak, kadaluarsa, dalam lain sebagainya, Dinas Ketahanan Pangan bersama instansi terkait kemudian memberikan peringatan ke pihak swalayan untuk tidak mengulanginya kembali.

Apabila saat sidak selanjutnya masih kedapatan juga melakukan pelanggaran yang sama, maka pemerintah akan menindak pihak swalayan dengan sanksi tegas.

Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili Dinas Ketahanan Pangan bersama instansi terkait perlu mengawasi, agar konsumen bisa mendapatkan pangan yang aman dikonsumsi dan berkualitas.

Pelaksanaan sidak ini dilakukan bersama-sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung, dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM).

Sidak dilakukan guna menjamin keamanan pangan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan segar maupun olahan.

Selain itu juga sidak tujuannya untuk mengetahui secara langsung kondisi produk yang dijual dibeberapa pasar swayalan, mulai dari kemasan hingga mengecek kondisi produk.

Meskipun saat sidak masih saja ditemukan produk yang tidak layak jual, namun secara perbandingan, di sidak kali ini jumlah pelanggaran swalayan mengalami penurunan.

BACA JUGA:  Jelang Pemilu 2019, Wakapolda Ajak Warga Pesawaran Sinergi Cegah Pelanggaran

Oleh sebab itu pemerintah sangat mengapresiasi adanya penurunan pelanggaran itu, yang berarti bahwa para pengusaha industri pasar modern sudah memiliki rasa peduli terhadap mutu barang, dan keamanan pangan yang dijual.

Untuk pihak swalayan juga diminta lebih teliti dalam menjual produknya, hal itu sesuai dengan Permentan 53 tahun 2018, bahwa setiap pangan segar itu harus ada nomor registrasinya. Dan perhatikan yang benar-benar segar.

Untuk konsumen dihimbau agar membeli pangan yang sudah tersertifikasi layak konsumsi dan bebas zat berbahaya, serta untuk teliti dan memperhatikan nomor registrasi pada produk pangan segar maupun olahan yang akan dibeli, dan juga mengecek masa kadaluarsanya.

Perlu diketahui, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung bersama instansi terkait melakukan sidak ke beberapa swalayan yang ada di Bandarlampung, dalam rangka menjaga keamanan pangan.(*)

Komentar