Kak Marju Pimpin Dewan Andalan Pramuka Peduli Mapping Masyarakat Terdampak Tsunami Kalianda

89

KALIANDA — Panglima Tagana Lampung, terus lakukan pengabdian untuk kemaslahatan umat tidak mengenal pensiun.

Baru saja pada hari Jumat (31/01/2020) dilepas oleh Gubernur Lampung dengan prosesi yang membikin merinding bagi setiap orang yang menyaksikannya, karena memasuki batas waktu purna tugas.

Hari ini Senin (03/02/2020) panglima memimpin Dewan Andalan Pramuka Peduli Kwarda Pramuka melakukan Mapping masyarakat terdampak tsunami yang masing tinggal di Hunian Sementara (HUNTARA) Kalianda, Lampung Selatan.

Pengabdian tiada akhir, kapan dan dimana saja bisa mengabdi kemanusiaan.

“Pengabdian tiada akhir yang dibatasi oleh ruang dan waktu” ujar panglima.

Sumarju menambahkan, kedatangan ke Huntara ini untuk menghimpun masukan/saran dan permohonan masyarakat Huntara yang terdampak tsunami setahun lalu. Khusunya untuk membangun perekonomian keluarga yang lebih baik.

Kwarda Pramuka Lampung dalam hal ini Bidang VII Abdimasgana yang dipimpin oleh “panglima Tagana Lampung’ akan berusaha mencarikan solusi seperti pelatihan ketrampilan, modal usaha bahkan kalau diperlukan pemasaran hasil usahanya.

Waka VII didampingi oleh Andalan Daerah Abdimasgana bertemu dengan koordinator Huntara Desa Way Muly Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan Darwin.

Diinformasikan oleh Darwin bahwa jumlah penghuni Huntara Way Muly Timur sebanyak 122 KK. Adapun pelatihan yang pernah dilaksanakan antara lain pengolahan ikan asin, stak kopi.

“Atas nama warga Huntara saya mengucapkan terimakasih atas kunjungannya. Mengingat keterbatasan lahan pertanian kami minta Pramuka bisa memprogram warga kami khususnya pemuda belajar hidroponik, sedang yang lainnya perlu dibekali modal usaha untuk mengolahan ikan tangkapan nelayan” katanya.

Hadir juga dalam penjajakan tersebut Ketua Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Provinsi Lampung, Sutrisno.(*)

Komentar