Ketua Bhayangkari Tanggamus Insekpektur Upacara Hari Ibu, DWP dan HKSN

161

PRINGSEWU – Ketua Bhayangkari Tanggamus Ny. Made Rasma menjadi pembina upacara Hari Ibu ke 90, Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke 19 dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) ke 70 di lapangan Pemkab Pringsewu, Kamis, (13/12).

Upacara dihadiri langsung Bupati Pringsewu Hi. Sujadi, Wakil Ketua DPRD Sagang Nainggolan, Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si. Kapolsek Pringsewu Kota Kompol Eko Nugroho, SIK. M.Si.

Forkopimda Pringsewu, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita, Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pringsewu, Turut hadir Ketua Persit Tanggamus, Ketua organisasi wanita yang tergabung dalam GOW Pringsewu, Para pejabat Administrator dan pejabat Pengawas dan Aparatur Sipil Negara Pemkab Pringsewu.

Dalam sambutannya Ny. Made Rasma mengucapkan selamat ulang tahun Dharma Wanita Persatuan ke 19 khususnya DWP Kabupaten Pringsewu.

“Teruslah berperan aktif dalam memperdayakan dan meningkatkan kualitas sumber daya anggotanya, terutama sebagai pendamping PNS yang aktif dan mandiri melalui peningkatan wawasan dan pengetahuan serta bersama-sama dengan tim,” kata Ny. Made Rasma membacakan amanat Bupati Pringsewu Hi. Sujadi.

Kemudian daripada itu, dalam peringatan hari ibu, ia berpesan kepada suluruh perempuan Indonesia agar terus berupaya ikut andil dalam mewujudkan Indonesia yang damai, tentram, adil dan makmur. Demikian juga segenap masyarakat agar menghargai gerak langkah kaum perempuan, karena mereka adalah aset potensial dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Semoga melalui peringaran hari ibu yang diperingati setiap tahun ini akan tercapai persamaan kedudukan, hak, kewajiban dan kesempatan antara kaum laki-laki dan perempuan, serta diskriminasi dan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak akan terhapus,” ucapnya.

Selanjutnya, dalam dalam peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) ke 60 yang dilaksanakan guna mengenang, menghayati dan meneladani semangat persatuan, kesatuan dan kegotongroyongan dan kekeluargaan rakyat indonesia yang secara bahu membahu mengatasi permasalahan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa atas pendudukan kota Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia oleh tentara Belanda pada tahun 1948.

Bahwa Peringatan HKSN ini diharapkan mampu mengatasi berbagai permmasalahan nasional yang ada, dengan mengacu parameter kesejahteraan yang meliputi terpenuhinya kebutuhan dasar setiap warga negara, terlindunginya hak sipil setiap warga negara, terlindungi dari berbagai resiko ketidakpastian ekonomi, kerusakan lingkungan dan resiko sosial dan politik.

“Terdapatnya kemudahan memperoleh berbagai akses pelayanan dasar baik itu pendidikan, kesehatan, ekonomi/keuangan dan politik. Serta Terpenuhinya jaminan keberlangsungan hidup bagi setiap warga negara baik asuransi, jaring pengamanan sosial, bantuan sosial,” terangnya.

Sehingga, nilai-nilai yang terkandung dalam kesetiakawanan sosial hendaknya dapat diaplikasikan pada kehidupan yang modern dalam bentuk yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, stakeholder terkait, anak-anak muda dan masyarakat umum melalui kegiatan-kegiatan yang membawa dampak positif bagi masyarakat, semisal kegiatan amal, workshop sosial, pemulihansosial, relawa nsosial, dan lain sebagainya.

“Bersama ini kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu peduli terhadap permasalahan sosial yang ada disekeliling kita. Rasa kesetiakawanan sosial harus terus tumbuh demi memajukan kesejahteraan Kabupaten Pringsewu,” pungkasnya.

Usai upacara yang diikuti oleh sejumlah elemen organisasi wanita dan ASN Pringsewu itu, Bupati Hi. Sujadi memimpin penyerahan piagam penghargaan kepada sejumlah perwakilan perempuan dan anak-anak.

Selaian itu juga diserahkan bantuan sosial kepada penyandang disabilitas yang berupa kaki palsu serta kursi roda. Bahkan menariknya, Bupati yang bersahaja itu memasangkan langsung satu persatu penerima kaki palsu(Samuel).

Komentar