Kronologis Pekerja Pasang Tarup di Pringsewu Meninggal Tersengat Listrik

202

PRINGSEWU — Pasang tarup di hajatan, jamingan (50) warga Pekon Ganjaran, tersengat listrik karena
kaki kanannya tak sengaja menyentuh kabel listrik tegangan tinggi, tersengat, dan Akhirnya Meninggal.

Sementara rekan kerjanya bernama Alek Nuriadi (30) warga Pekon Bumirejo, yang ikut tersengat listrik dihari nahas itu selamat, dan segera dibawa ke RSUD Pringsewu.

Dua warga Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu tersebut tersengat listrik tegangan tinggi saat bekerja memasang tarup di rumah warga.

Peristiwa itu terjadi Senin, 07 Oktober 2019 sekitar pukul 15.00 Wib di rumah Sahlan yang hendak melaksanakan hajatan.

“Untuk korban Jamingan rumahnya tidak jauh dari rumah terjadinya peristiwa tersebut,” ungkap AKP Syafri Lubis dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM.

AKP Syafri Lubis menjelaskan, kronologis kejadian awalnya diketahui Saksi Istiyo (35) yang sedang duduk didekat pemasangan tarup sekitar pukul 15.00 Wib.

Tiba-tiba, Istiyo mendengar jeritan minta tolong dari atas tarup dan kemudian bersama Saksi Amunudin (39) mendekat ke sumber teriakan, lalu mendapati korban Alek sudah tergeletak di tanah.

“Usai melihat korban Alek tergeletak, kedua saksi juga mendengar jeritan minta tolong dari Jamingan. Setelah diperiksa ternyata Jamingan tersetrum dan masih tersangkut di atas tarup,” jelasnya.

Lanjutnya, saksi saat ini juga merasa kaget sebab kaki bagian kanan korban masih tersangkut kabel tegangan tinggi PLN yang berada di atas tarup.

“Berdasarkan pemeriksaan TKP, saat bekerja kaki korban diduga menyentuh kabel tegangan tinggi, sehingga kakinya tersengat hingga terputus dan tubuh korban terjatuh ke atap tarup,” terangnya.

Menurut AKP Syafri Lubis, selain memeriksa TKP, pihaknya juga telah memeriksa jenazah korban Jamingan di rumah duka, serta memeriksa korban Alek di RSUD Pringsewu, serta meminta keterangan saksi-saksi.

“Usai kejadian, warga menghubungi PLN dan lakukan pemadan sementara. Sewaktu Jamingan diturunkan, kaki korban sudah putus, namun korban masih hidup langsung di larikan ke RS, sesampainya di RS Jamingan meninggal dunia,” kata dia.

Ditambahkan AKP Syafri Lubis, kondisi terkini korban Alek Nuriadi dinyatakan sehat dan ia telah diizinkan pulang oleh pihak medis.

“Korban Alek sudah bisa pulang dan untuk korban Jamingan berdasarkan keterangan keluarga akan dimakamkan besok, Selasa (8/10),” pungkasnya(Samuel).

Komentar