Mahfudin Sanggah Namanya Dicatut Terkait Pembangunan Dreinase Madaraya

252

PRINGSEWU — Terkait pemberitaan di media cetak dan Online yang viral ditengah masyarakat, mengenai isu batas tanah yang bersengketa, untuk pembangunan Drainase sepanjang 450 meter, di Dusun kalahang, Pekon Madaraya, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu, itu semua tidak benar, atau istilah berita sekarang itu Hoax,” ungkap Mahfudin, Jumat, (23/8/19). Via Telpon selulernya.

Dijelaskan Mahfudin, Pemilik tanah perkebunan yang ada di sekitar titik pembangunan drainase, Mahfudin beserta warga masyarakat, pemilik kebun, tanah yang terkena pembangunan Drainase, merasa tidak keberatan bahkan, kami sangat mendukung dan mengapresiasi kinerja aparatur Pekon, karena pembangunan Dreinase tersebut, merupakan pembangunan yang menjadi permintaan masyarakat demi kepentingan umum, guna mengantisipasi banjir jika musim hujan turun,” jelas Mahfudin.

Dikatakan Mahfudi secara pribadi dan warga masyarakat khususnya.
“Sangat mendukung pembangunan drainase di dusun Kalahang. Untuk pemberitaan yang sempat Viral mencatut nama saya mempermasalahkan tanah dilokasi pembangunan, itu tidak benar, alias Hoax, bahkan Mahfudin sangat mendukung pembangunan tersebut, karena pembangunan dreinase, akan menjadi milik masyarakat dan dapat dipergunakan untuk kepentingan umum, “ungkap, Mahfudin.

Senada, disampaikan Rois tokoh masyarakat, dan juga Anggota Badan Perhimpunan Pemekonan (BHP) Pekon Madaraya. Rois menyampaikan masyarakat sangat mendukung mendukung adanya pembangunan dreinase didusun kalahang, bukan sebaliknya, atas nama pribadi sekaligus mewakili warga dusun kalahang, sudah setuju pembangunan Dreinase tersebut, jika itu ada yang mempernasalahkan, itu tidak benar. Bohong,” ucap Rois.

Rois menyayangkan Nara sumber atau warga yang mempersoalkan baik dari warga maupun yang lain, itu oknum warga pekon yang tidak berkepentingan, warga yang tidak tahu apa-apa yang bisanya menyebar isu yang tidak-tidak. Jadi silahkan untuk dicek kebenaran dari isu tersebut. jika ada satu isu yang dikemukakan oleh satu oknum, sedangkan yang mendukung pembangunan dreinase ini seluruh warga dusun, lalu apa yang mau dipersoalkan?, apalagi sumber dari isu tersebut berasal dari oknum warga yang tidak bisa di pertanggung jawabkan.

Sementara Ashari, Kepala Pekon Madaraya menuturkan, terkait Pemberitaan yang lagi viral tidak benar sama sekali. Akan tetapi saya sangat berterima kasih khususnya kepada kawan kawan wartawan atau LSM, dengan adanya pemberitaan tersebut saya selaku Kakon merasa di perhatikan dan dikontrol. Ashari Juga menjelaskan, dibangunnya drainase di Dusun Kalahang, itu semua merupakan permintaan warga masyarakat dusun kalahan, dan sudah dilakukan proses musyawarah Dusun, hingga sampai pada musyawarah desa, dan telah disepakati warga yang terkena dampak pembangunan tersebut, melalui berita acara secara tertulis dan ditandatangani oleh warga pemilik tanah yang ada di sekitar pembangunan drainase.

“Mengenai status tanah, data batas tanah memang sudah ada dari dulu. “Untuk kejelasan status jalan, jauh pada Sebelumnya jalan itu dibangun oleh AMD, yang secara kebetulan jalan itu lama tidak terawat hingga tertimbun oleh tanah yang hanyut terbawa air pada saat musim hujan, hingga batas tersebut ikut tertimbun tanah. namun untuk batas-batas, kami aparatur Pekon memiliki data batas jalan itu,” pungkas Ashari Kamis (23/08/2019) dikantor pekon(Samuel)

Komentar